skip to main content

PEMILIHAN LOKASI STRATEGIS AGROINDUSTRI RUMPUT LAUT DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA (Selection for StrategicLocationof Seaweed Agroindustry In The South East Sulawesi Province)

*Ahmad muhlis Nuryadi scopus  -  University of Muhammadiyah Kendari, Indonesia
La Sara  -  Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia
La Rianda  -  Fakultas Teknologi dan Industri Pertanian, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia
Azhar Bafadal  -  Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia
Suharta Amijaya Husen  -  Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Muhammadiyah Kendari, Indonesia
Eddy Hamka  -  Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Muhammadiyah Kendari, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Pelaksanaan penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya realitas pada kawasan pesisir Provinsi Sulawesi Tenggara terkhusus pada usaha rumput laut, dimana hasil produksi rumput lautnya masih dipasarkan dalam bentuk mentah atau bentuk kering sehingga tidak memiliki nilai tambah. Untuk itu pendirian suatu agroindustri rumput laut harus dipertimbangkan dan direncanakan dengan baik. Salah satu aspek yang memerlukan perhatian adalah pemilihan lokasi yang tepat untuk pendirian agroindustri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas kriteria penentuan lokasi dan menganalisis lokasi strategis untuk pendirian agroindustri rumput laut di Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey pakar, dimana responden pakar meliputi pelaku usaha agroindustri rumput laut, pakar dari Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta akademisi. Data dianalisis menggunakan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prioritas kriteria penentuan lokasi yang strategis dalam pendirian agroindustri rumput laut di Provinsi Sulawesi Tenggara secara berurutan adalah ketersediaan bahan baku, air tawar, infrastruktur dan kemudahan aksesibilitas. Berdasarkan kriteria tersebut selanjutnya didapatkan alternatif lokasi paling strategis untuk pendirian agroindustri rumput laut di Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu Kabupaten Konawe Selatan sebagai prioritas pertama, Kabupaten Buton prioritas kedua, Kabupaten Kolaka prioritas ketiga, Kota Bau-Bau prioritas keempat dan Kabupaten Bombana prioritas kelima.

This research was motivated by the reality that in the coastal region of Southeast Sulawesi Province, especially in the seaweed business. Seaweed production in the Southeast Sulawesi Province mostly marketed in raw or dry form, so has no added value. Therefore, establishing a seaweed agro-industry should be considered and be prepared properly. One aspect that requires attention is selection of seaweed agro-industrial location. This study aims to determine criteria priority of seaweed agroindustry location and to analyze  strategic location of seaweed agro-industries in the Southeast Sulawesi Province. This study used an expert survey method in which the expert respondents include business actors on seaweed agroindustry, officers of Fisheries and Marine affairs Industry and Trade affairs as well as academician. Data were analyzed using Exponential Comparison Method. The results showed that criteria priority for location of seaweed agro-industries sequentially were availability of raw materials, fresh water, infrastructure and accessibility. Based on these criteria, several regencies were then prioritized as the strategic location for the seaweed agroindustry in Southeast Sulawesi Province namely Konawe Selatan Regency as the first priority, Buton Regency as the second priority, Kolaka Regency as the third priority, Bau-Bau City as the fourth priority and Bombana Regency as the fifth priority.

Fulltext View|Download
Keywords: Lokasi agroindustri; rumput laut, survey pakar; prioritas; Sulawesi Tenggara

Article Metrics:

  1. Austin, J.E. (1981). Agroindustrial Project Analysis. Critical Design Factor. Baltimore, Maryland, USA: The Johns Hopkins University Press.58 hlm
  2. Brown, J.G. (1994). Agroindustrial Investment and Operations. Washinton : The World Bank. 310 hlm. doi.org/10.1017/S0014479700026569
  3. BPS Sulawesi Tenggara. (2015). Sulawesi Tenggara Dalam Angka 2015. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara. Kendari. 518 hlm
  4. BPS. (2018). Statistik Sumberdaya Laut dan Pesisir 2018. Badan Pusat Statistik Indonesia. Jakarta. 305 hlm
  5. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB). (2016a). Data Statistik Perikanan Budidaya Indonesia. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya.Kementerian Perikanan dan kelautan. www.djpb.go.id/indeks/php
  6. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB). (2016b). Pendekatan Pembangunan Industri Rumput Laut pada Sentral Produksi Budidaya. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Kementerian Perikanan dan Kelautan. www.djpb.go.id/indeks/php. DOI 10.1007/s10811-014-0454-8
  7. Limi M. A., Sara L., La Ola T., Yunus L., Suriana, Taridala S. A. A., Batoa H., Hamzah A., Fyka S. A., Prapitasari M., (2018) The production and income from seaweed farming after the sedimentation in Kendari Bay. AACL Bioflux 11(6):1927-1936
  8. Marimin. (2004). Teknik dan Aplikasi Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk. Ed ke-1. Jakarta. Gramedia Widyasarana Indonesia
  9. Mulyati, H. 2015. Suplay Chain Risk Management Studi of the Indonesian Seaweed Industry. Disertation. Fakulty of Economic Sciences
  10. Nuryadi A. M., Sara L., Rianda L., Bafadal A., Muthalib A. A., Hartati, Nur M., Rosmalah S., (2017) Agrobusiness of Seaweeds in South Konawe. AACL Bioflux 9(5):499-506
  11. Nuryadi, M., Sara, L., Rianda, L., & Bafadal, A. (2019). A model for developing seaweed agribusiness in South Konawe , Southeast Sulawesi , Indonesia, 12(5), 1718–1725
  12. Porter, M. E. (1998). On Competitions, A Harvard Business review Book. Boston, MA, USA, 76(6):77-90
  13. Simatupang, T. (1995). Teori Sistem: Suatu Prespektif Teknik Industri. Andi Offset. Indonesia. 256 hlm
  14. Soekartawi. (2001). Pengantar Aroindustri. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta. 264 hlm
  15. Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2015). Kelautan dan Perikanan dalam angka 2015. Pusat Data Statistik dan Infomasi Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta. 308 hlm
  16. Supriyati dan E. Suryani. (2006). Peranan, Peluang dan Kendala Pengembangan Agroindustri di Indonesia. Forum Penelitian Agroekonomi (FAE)
  17. Tajerin dan Mursidin. (2006). Kendala Pengembangan Ekspor pada Industri Pengalengan Ikan di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Jurnal Mangrove dan Pesisir. Vol VI No. 2/2006
  18. Zamroni, A. dan A.H. Purnomo. (2005). Identifikasi Kebutuhan Modal Usaha Berskala Kecil dan Menengah dalam Industri Pengolahan Perikanan. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia. Edisi Sosial Ekonomi Vol. 11 No. 3. Indonesia Science dan Technology. Digital Library

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.