skip to main content

PENGARUH PENAMBAHAN ENZIM PROTEASE TERHADAP SPESIFIKASI PUPUK ORGANIK CAIR Sargassum sp.

Zusuf Adi Putra  -  Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275"., Indonesia
*Eko Nurcahya Dewi  -  Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Indonesia
Lukita Purnamayati  -  Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Indonesia
Laras Rianingsih  -  Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Pupuk organik cair dari Sargassum sp. dengan perlakuan konsentrasi enzim protease yang berbeda yaitu 0 %, 1 %, 2 % dan 3 % diharapkan mampu menaikan kandungan unsur hara dan hormon pertumbuhan pada tanaman. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi protease terhadap kandungan unsur hara pada pupuk organik cair. Pupuk cair dibuat dengan pengecilan ukuran Sargassum sp. dan perendaman dengan larutan asam fosfat. Homogenisasi dan pemanasan dengan penambahan molase 3% sebagai sumber nutrisi mikroba dan KOH 1% untuk memaksimalkan kandungan mineral. Proses fermentasi dilakukan selama 10 hari sebagai fase eksponensial mikroba Trichoderma sp. yang berperan dalam fiksasi nitrogen dan menghasilkan fitohormon, serta sebagai dekomposer bahan organik. Hasil analisis ANOVA dan uji Tukey menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi enzim protease yang berbeda memberikan perbedaaan nyata. Komposisi enzim protease dengan konsentrasi 3% memberikan nilai tertinggi pada C-Organik (1,56%), Nitrogen (0,90), fosfor (0,88%) dan kalium (0,85%), sedangkan untuk rendemen (65,83%) dan nilai pH (6,33%) dengan nilai tertinggi yaitu enzim protease dengan konsentrasi 0%. Hormon pertumbuhan pada pupuk organik cair yaitu auksin, giberelin, asam absisat, zeatin dan kinentin. Hasil hormon pupuk organik cair dengan penambahan enzim yaitu hormon auksin 36%, giberelin 29%, zeatin 16% dan kinentin 17%, sementara untuk asam absisat lebih rendah yaitu sebesar 99%.

 

Liquid organic fertilizer from Sargassum sp. with the treatment of different concentrations of protease enzymes, namely 0%, 1%, 2% and 3% are expected to increase the content of nutrients and growth hormones in plants. The purpose of this study was to determine the effect of differences in protease concentrations on the nutrient content of liquid organic fertilizer. Size reduction of Sargassum sp. and soaking in phosphoric acid solution. Homogenization and heating with the addition of 3% molasses as a source of microbial nutrition and 1% KOH to maximize mineral content. The fermentation process was carried out for 10 days as the exponential phase of Trichoderma sp. which plays a role in nitrogen fixation and produces phytohormones, as well as decomposers of organic matter. The results of ANOVA analysis and Tukey's test showed that the treatment of different concentrations of protease enzymes gave significant differences. The composition of the protease enzyme with a concentration of 3% gave the highest value for C-Organic (1.56%), Nitrogen (0.90), phosphorus (0.88%) and potassium (0.85%), while the yield (65, 83%) and the highest pH value (6.33%) was the protease enzyme with a concentration of 0%. Growth hormones in liquid organic fertilizers are auxin, gibberellins, abscisic acid, zeatin and kinentin. The yield of liquid organic fertilizer hormones with the addition of enzymes, namely 36% auxin hormone, 29% gibberellin, 16% zeatin and 17% kinentin, while for abscisic acid is lower at 99%.

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  Research Materials
PENGARUH PENAMBAHAN ENZIM PROTEASE TERHADAP SPESIFIKASI PUPUK ORGANIK CAIR Sargassum sp
Subject Sargassum sp., enzim protease, unsur hara, zat pertumbuhan, pupuk organik cair
Type Research Materials
  Download (49KB)    Indexing metadata
Keywords: enzim protease; pupuk organik cair; Sargassum sp.; unsur hara; zat pertumbuhan

Article Metrics:

  1. Association of Official Agriculture Chemists. 2002. Official methods of analysis of AOAC international. Volume 1.p. 2.5 2.37. In Horwitz, W. (Ed). Agicultural and Chemicals, Contaminants, Drugs. AOAC International, Maryland, USA. 17th ed
  2. Aditya, S., Suparmi, & Edison. 2016. Studi Pembuatan Pupuk Organik Padat dari Limbah Perikanan. Jom, 1, 1–11
  3. Badan Standarisasi Nasional. 2004. SNI 19-7030-2004. Spesifikasi Kompos dari Sampah Organik Domestik. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta
  4. Balai Penelitian Tanah. 2005. Petunjuk Teknis Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air dan Pupuk. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. Bogor
  5. Bedrosian, M. C. D. dan Kung Jr., L. 2019. The effect of various doses of an exogenous acid protease on the fermentation and nutritive value of corn silage. J. Dairy Sci., 102:10925-10933
  6. Dewatisari, W. F., Rumiyanti, L., dan Rakhmawati, I. (2018). Rendemen dan Skrining Fitokimia pada Ekstrak Daun Sanseviera sp. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 17(3), 197
  7. Dewi, E.N., L. Rianingsih dan A.D. Anggo. 2019. The addition of different starters characteristics Sargassum sp. liquid fertilizer. International Conference on Tropical and Coastal Region Eco Development. 248 : 1-9
  8. Fitria, Y., Ibrahim, B., dan Densiar. 2008. Pembuatan Pupuk Organik Cair Dari Limbah Cair Industri Perikanan Menggunakan Asam Asetat dan Em4 (Effective Microorganisme 4). Jurnal Sumber Daya Perairan, 2(1): 23-34
  9. Handayani, T. 2006. Protein Pada Rumput Laut. Oseana, 31(4), 23–30
  10. Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2018. Volume dan Nilai Produksi Perikanan Indonesia. Jakarta
  11. Khairy, H.M. dan El-Sheikh, M. A. 2015. Antioxidant activity and mineral composition of three Mediterranean common seaweeds from Abu-Qir Bay, Egypt. Saudi Jounal of Biological Sciences, 22, 623-630
  12. Kurniati, A., Trisilawati dan Darwati. 2018. Pemanfaatan Pupuk Hayati (Biofertilizer) pada Tanaman Rempah dan Obat. Jurnal Perspektif.16(1): 33-43
  13. Liu, Z., Zhang, X., Duan, X., Kang, B., Liu, J., Fu, C., Wang, C., Li, D. dan Xu, N. 2021. Effect of fermentation conditions on the formation of ammonium salt in soy sauce. LWT, 153, 112492
  14. Peraturan Menteri Pertanian. 2011. Kementerian
  15. Nomor.70/Permentan/SR.140/10/2011. Tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenahan Tanah. Kementerian Pertanian. Jakarta
  16. Prasedya, E. S., Pebriani, S. A., Ambana, Y., LS, A., Widyastuti, S., Nikmatullah, A., dan Sunarpi, S. (2019). Ekstrak Cair Dan Padat Lombok Sargassum Aquifolium Berfungsi Merangsang Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.) Jurnal Biologi Tropis, 19(2): 250-267
  17. Ruperez, P. 2002. Mineral content of edible marine seaweeds. Food Chemistry, 79, 23-26
  18. Saldarriage-Hernandez, S., Melchor-Martinez, E. M., Carillo-Niever, D., Parra-Saldivar, R. and Iqbal, H. M. N. 2021. Seasonal characterization and quantification of biomolecules from Sargassum collected from Mexican Caribbean coast – A preliminary study as a step forward to blue economy. Journal of Environmental Management, 298: 113507. (TIDAK ADA DALAM SITASI)
  19. Sedayu,B., I. M. S. Erawan dan L. Assadad. 2014. Pupuk Cair dari Rumput Laut Eucheuma Cottonii, Sargassum Sp. dan Gracilaria Sp. Menggunakan Proses Pengomposan. JPB Perikanan. 9(1):61-68
  20. Sulistiyono, F.D. 2015. Karakteristik Fisiologi Empat Antagonis Isolat Trichoderma sp. sebagai Agensia Hayati. Jurnal Sains Natural Universitas Nusa Bangsa. 5(1) :24-29
  21. Sundari, I., W.F. Maruf, dan E.N. Dewi. 2014. Pengaruh Penggunaan Bioaktivator EM4 dan Penambahan Tepung Ikan terhadap Spesifikasi Pupuk Organik Cair
  22. Sutamiharjo, J., Muhadi, L. D., & Nurul, G. (2017). Comparison Hydrolisis of Enzymatic and Acid of Sweet Corn Starch ( Zea mays L .) in Liquid Sugar Production. 722
  23. Wang, M., Chen, L., Li, Y., Chen, L., Liu, Z., Wang, X., Yan, P. dan Qin, S. 2018. Response of soil microbial communities to a short-term application of seaweed fertilizer revealed by deep amplicon sequencing. Applied Soil Ecology, 125: 288-296
  24. Wang, Y., Yuan, J., Li, S., Hui, L., Li, Y., Chen, K., Meng, T., Yu, C., Leng, F. dan Ma, J. 2021. Comparative analysis of carbon and nitrogen metabolism, antioxidant indexes, polysaccharides and lobetyolin changes of different tissues from Codonopsis pilosula co-inoculated with Trichoderma. Journal of Plant Physiology, 267, 15
  25. Yang, X., Li, J., Lai, J., Zhang, Y. dan Luo, X. 2021. Adsorbtion and enrichment of U in a cellulase-producing Trichoderma sp. and its physiological response mechanism. Chemosphere, 287: 132173
  26. Yoruklu, H. C., Ozkaya, B. dan Demir, A. 2021. Optimization of liquid fertilizer production from waste seaweed: A design of experiment based statistical approach. Chemosphere, 286: 131885
  27. Zakiyah, Z.N., C. Rahmawati dan I. Fatimah. 2014. Analisis Kadar Fosfor dan Kalium pada Pupuk Organik di Laboratorium Terpadu Dinas Pertanian Kabupaten Jombang. Indonesian Journal of Chemical Research. 3(2): 38-48
  28. Zhu, W., Luan, H., Bu, Y., Li, J., Li, X. dan Zhang, Y. 2021. Changes in taste substances during fermentation of fish sauce and the correlation with protease activity. Food Research International, 144, 110349

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-05-28 05:02:31

No citation recorded.