Pemodelan Peningkatan Kualitas Air Sungai melalui Variasi Debit Suplesi

*Arya Rezagama -  Departemen Teknik Lingkungan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Anik Sarminingsih -  Departemen Teknik Lingkungan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ajeng Yasinta Rahmadani -  Departemen Teknik Lingkungan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Afifah Nadya Aini -  Departemen Teknik Lingkungan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Revisi terakhir: 27 Jul 2019; Diterima: 8 Agu 2019; Diterbitkan: 11 Nov 2019; Tersedia online: 30 Agu 2019.
Akses Terbuka
Citation Format:
Article Info
Bagian: Artikel
Bahasa: ID
Teks Lengkap:
Statistik: 58 41
Sari

Kualitas air sungai sangat dipengaruhi oleh besarnya debit yang mengalir serta kondisi kualitas air pada kawasan hulu. Sungai Pepe merupakan saluran penggelontor kota Surakarta yang diharapkan dapat difungsikan menjadi area wisata. Namun kualitas air Sungai tersebut termasuk dalam golongan IV atau tidak sesuai dengan peruntukannya. Limbah domestik dan industri UKM yang masuk ke sungai serta rendahnya baseflow sungai menjadi penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan kualitas air Sungai Pepe dengan melakukan variasi suplesi debit dari Sungai Anyar sehingga kualitas air Sungai Pepe menjadi lebih baik. Simulasi dilakukan dengan menggunakan model Qual2Kw. Pengukuran kualitas air eksisting dilakukan pada 6 titik pengambilan sampel. Variasi debit suplesi yang digunakan meliputi kondisi eksisting, suplesi 0,5 m3/s dan 1 m3/s. Debit suplesi ke Sungai Pepe Hilir dapat di atur melalui pintu air di Sungai Anyar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air secara umum menjadi lebih baik sepanjang ruas sungai. Parameter DO dan COD membaik menunjukkan kemampuan areasi yang membaik akibat hidrodinamika aliran sungai. Adanya pencampuran limbah tekstil pada anak sungai masih menjadi parameter yang dominan dalam penurunan kualitas air sungai.

Kata Kunci
Debit; Kualitas Sungai; Model Qual2Kw

Article Metrics:

  1. Agustiningsih, D., & Sasongko, S. B. (2006). Analisis Kualitas Air Dan Strategi Pengendalian Pencemaran Air Sungai Blukar Kabupaten Kendal. Jurnal Presipitasi, 9(2), 64–71.
  2. Alaerts, G., & Santika. (1987). Metode Penelitian Air. Surabaya: Usaha Nasional.
  3. Antunes, I. M. H. R., Albuquerque, M. T. D., Oliveira, S. F., & Sánz, G. (2018). Catena Predictive scenarios for surface water quality simulation - A watershed case study. Catena, 170(February), 283–289. https://doi.org/10.1016/j.catena.2018.06.021
  4. Effendi, H. (2003). Telaah Kualitas Air. Yogyakarta: Kanisius.
  5. Gupta, R. C., Gupta, A. K., & Shrivastava, R. K. (2014). Water Quality Management of River Kshipra ( India ). International Journal Of Environment Science, 5(2), 438–446. https://doi.org/10.6088/ijes.2014050100038
  6. Hossain, M. A., Sujaul, I. M., & Nasly, M. A. (2014). Application of QUAL2Kw for water quality modeling in the Tunggak River ,. Research Journal of Recent Sciences, 3(6), 6–14.
  7. Hur, J., & Cho, J. (2012). Prediction of BOD, COD, and Total Nitrogen Concentrations in a Typical Urban River Using a Fluorescence Excitation-Emission Matrix with PARAFAC and UV Absorption Indices. Sensors, 12, 972–986. https://doi.org/10.3390/s120100972
  8. Kannel, P. R., & Lee, S. (2007). Application of Water Quality Indices and Dissolved Oxygen as Indicators for River Water Classification and Urban Impact Assessment. Environ Monit Assess, 132, 93–110. https://doi.org/10.1007/s10661-006-9505-1
  9. Oliveira, B., Quinteiro, P., Nadais, M. H., & Arroja, L. (2011). Application of Qual2Kw model as a tool for water quality management : Certima River as a case study. Environ Monit Assess, 184, 6197–6210. https://doi.org/10.1007/s10661-011-2413-z
  10. Pelletier, G. J., Chapra, S. C., & Tao, H. (2006). QUAL2Kw e A framework for modeling water quality in streams and rivers using a genetic algorithm for calibration, 21, 419–425. https://doi.org/10.1016/j.envsoft.2005.07.002
  11. Priyana, Y. (1994). Masalah Sumberdaya Air Sungai di Pulau Jawa. Forum Geografi, (14), 64–73.
  12. Raj, P., Lee, S., Lee, Y., Kanel, S. R., Pelletier, G. J., & Box, P. O. (2007). Application of automated QUAL2Kw for water quality modeling and management in the Bagmati River , Nepal. Ecological Modelling, 2, 503–517. https://doi.org/10.1016/j.ecolmodel.2006.12.033
  13. Rezagama, A., Laila, A., Nadya, A., & Lia Setiawati. (2018). Pemodelan Beban Pencemar Non-Point Source Sungai Premulung Segmen Kota Surakarta. Presipitasi, 15(1), 36–45.
  14. Rosiana, R., Handayani, F. S., & Qomariah, S. (2016). Strategi pengendalian pencemaran air sungai pepe. Matriks Teknik Sipil, (2011), 562–569.
  15. Setiawan, A. D., Widyastuti, M., & Hadi, M. P. (2018). Water Quality Modeling for Pollutant Carrying Capacity Assess- ment using Qual2Kw in Bedog River. Indonesian Journal of Geography, 50(1).
  16. Sundari, P. P. K. (2016). Identifikasi Fitoplankton di Perairan Sungai Pepe Sebagai Salah Satu Anak Sungai Bengawan Solo di Jawa Tengah. Seminar Nasional Pendidikan Dan Saintek, 1006–1011.
  17. Widowati, N., Astuti, W., & Rahayu, M. J. (2017). Tingkat Kesiapan Kali Pepe Untuk Dikembangkan Sebagai Kawasan Wisata Berbasis Sungai di Kota Surakarta. Arsitektura, 15(1), 67–75.
  18. Wu, Y., & Chen, J. (2013). Investigating the effects of point source and nonpoint source pollution on the water quality of the East River ( Dongjiang ) in South China. Ecological Indicators, 32, 294–304. https://doi.org/10.1016/j.ecolind.2013.04.002
  19. Zainudin, Z. (2015). Development of water quality model for Sg . Tebrau using QUAL2K. Journal of Applied Sciences, 10(21), 2748–2750.
  20. Zaman, B., & Syafrudin. (2007). Model Numerik 2-D (Lateral & Longitudinal) Sebaran Polutan Cadmium(Cd) Di Muara Sungai (Studi Kasus: Muara Sungai Babon, Semarang). Jurnal Presipitasi, 3(2), 1–8.