FAKTOR - FAKTOR PENYEBAB MUNCULNYA ACTIVITY SUPPORT DI KAWASAN RUANG PUBLIK BUNDARAN HOTEL INDONESIA JAKARTA PUSAT

*Endah Mustikowati  -  Program Studi Magister Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Hayam Wuruk 5, Kampus Undip Pleburan, Semarang, Indonesia
Bambang Setioko  -  Program Studi Magister Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Hayam Wuruk 5, Kampus Undip Pleburan, Semarang, Indonesia
Joesron Alie Syahbana  -  Program Studi Magister Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Hayam Wuruk 5, Kampus Undip Pleburan, Semarang, Indonesia
Received: 29 Sep 2014; Published: 10 Dec 2015.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Artikel
Language: EN
Statistics: 2188 1517
Abstract

Area Bundaran Hotel Indonesia menjadi salah satu ruang publik di mana banyak pengunjung datang untuk melakukan berbagai kegiatan. Kondisi ini menyebabkan munculnya activity support misalnya PKL, penyewa peralatan olahraga, dan beberapa hiburan jalanan. Di puncak intensitas kegiatan, activity support tersebut tersebar di beberapa tempat ini seperti di koridor utama, jalur pejalan kaki dan air plaza mancur. Melihat fenomena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat faktor-faktor penyebab munculnya activity support tersebut. Dalam menjawab tujuan penelitian, digunakan penelitian rasionalistik kuantitatif sebagai paradigma untuk membangun variabel faktor berdasarkan teori Activity Support dan Ruang Publik. Variabel yang dioperasionalkan dalam kuesioner dianalisis dengan menggunakan analisis faktor uji statistik. Jumlah faktor variabel yang memiliki korelasi yang kuat dalam analisis tereduksi menjadi beberapa factor yang signifikan sebagai penyebab dari munculnya activity support di ruang publik, yaitu, area pedesrian, jalan masuk, sirkulasi dan parkir, keragaman kegiatan, karakteristik ruang publik, jenis kegiatan, bentuk-makna-arti ruang publik, aksesibilitas dan visual, budaya, fungsi dan bentuk ruang publik dan area lansekap, batasan kawasan dan ciri khas dari ruang publik.


[Title: The Factors Causing Appearance of Activity Support in The Public Area Around Bundaran Hotel Indonesia in Central Jakarta] Bundaran Hotel Indonesia area becomes one of public space where many of people have coming to do some activities here. This condition causes the occurrences of activity support for instance the street vendors, sport equipments tenants, and some of street entertaintment. In the peak of intensity of activities, the activity supports crowded around this area such as in the main corridor, pedestrian pathways and fountain plaza. Seeing those phenomena, it could be concluded that there are causal factors of the occurrences of the activity support. In answering the research objectives, this research applied quantitative rationalistic research as paradigm to construct factor variables based on theories of Activity Support and Public Space. The variables operationalized into a questionnaire were analyzed using factor analysis statistical test. The number of factors that have a strong correlation in the analysis is reduced into the causal factors of the occurrences of activity support in the public space, such as: pedesrian area, entrance ways, sirculation and parking, diversity of activities, characteristics of public sace, type of activities, form- meaning-significance of public space, accesibility and visual, culture, function and form of public space and landscape area, border area and the hallmark of public space.

Keywords: activity support; ruang publik; analisis faktor; activity support; public space; factor analysis

Article Metrics:

  1. Bungin, Burhan. (2009). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Kencana.
  2. Carolina, Anastasia. (2007). Pengaruh Keberagaman Activity Support Terhadap Terbentuknya Image Koridor (Pratesis) Studi Kasus Koridor Jalan Prof. Sudharto. Thesis. Universitas Diponegoro.
  3. Carr, Stepen. (1992). Public Space. Cambridge: Cambridge University Press.
  4. Ching, Francis D.K. (1990). Pengantar Arsitektur. Jakarta: Erlangga.
  5. Darmawan, Edy. (2005). Analisa Ruang Publik Arsitektur Kota. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
  6. Darmawan, Edy. (2009). Analisa Ruang Publik Arsitektur Kota. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
  7. Ekawati. (2006). Jalur Pedestrian di Pusat Kota Ditinjau dari Atribut Penggunanya, Studi kasus: Jalur Pedestrian di Kawasan Alun – alun Kotamadya Magelang Jawa Tengah. Thesis. Universitas Diponegoro.
  8. Eliza. (2011). Mengolah Data Statistik Penelitian dengan SPSS 18. Jakarta: Gramedia.
  9. Firmandhani, Satriya W. (2014). Faktor Pembentuk Persepsi Ruang Komunal. Thesis. Universitas Diponegoro.
  10. Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota. (2008). Pedoman Metode Analisis Perencanaan Wilayah dan Kota. UNDIP, Semarang.
  11. Krier, Rob. (2001). Komposisi Arsitektur. Jakarta: Erlangga.
  12. Lynch, Kevin. 1960. The Image of The City. MIT Press.
  13. Madanipour, A. (1996). Design of Urban Space, An Inquiri into a Socio-Spatial Process. New York: John Wiley & Sons.
  14. Mulyandari, Hestin. (2011). Pengantar Arsitektur Kota. Jakarta: Andi Publisher.
  15. Schulz, Christian Norberg. (1979). Genius Loci, Towards a Phenomenology of Architecture. New York: Rizzoli.
  16. Shirvani, Hamid. (1985). The Urban Design Process. New York: Van Nostrand Reinhold company, Inc.
  17. Spreiregen, Paul. (1965). The Architecture of Towns and Cities. USA: Mc. Grawl Hill Companies.
  18. Sugiyono. (2007). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
  19. Trancik, Roger. (1986). Finding Lost Space. New York: Van Nostrand Reinhold Company. Utterman, RK. (1984). Accomodating The Pedestrian. Van Nostrand Reinhold Company.
  20. Zahnd, Markus. (1999). Perancangan Kota Secara Terpadu. Yogyakarta: Kanisius.