skip to main content

Variasi Umur Tanaman Reklamasi Terhadap Struktur dan Komposisi Vegetasi di Areal Reklamasi Tambang PT Kideco Jaya Agung, Paser, Kalimantan Timur

1Taman Nasional Kutai, Jl. Awang Long No.33, Bontang Baru, Bontang Utara, Bontang, Kalimantan Timur, Indonesia

2Fakultas Kehutanan, Universitas Mulawarman, Jl. KH. Dewantara, Gunung Kelua, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia

3PT Ecology and Conservation Center for Tropical Studies (ECOSITROP), Komplek Talang Sari Regency Cluster Dahlia No. C15 RT 07 Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia

4 Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia

View all affiliations
Received: 27 Sep 2021; Revised: 8 Nov 2021; Accepted: 14 Nov 2021; Available online: 21 Nov 2021; Published: 2 Jan 2022.
Editor(s): H. Hadiyanto

Citation Format:
Abstract

Salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan kegiatan reklamasi adalah dengan cara menghitung jumlah jenis vegetasi yang tumbuh pada areal reklamasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji variasi umur tanaman terhadap struktur dan komposisi vegetasi di areal reklamasi tambang (KRPT) PT Kideco Jaya Agung (PT KJA), Paser, Kalimantan Timur melalui kegiatan monitoring dan evaluasi vegetasi tahunan. Lokasi studi mencakup 13 (tiga belas) KRPT dengan umur tanaman 1-13 tahun. Nilai kerapatan vegetasi tertinggi pada masing-masing kategori adalah 1.125 individu/ha (KRPT umur 12 tahun) untuk tingkat pohon, 650 individu/ha (KRPT umur 10 tahun) untuk tingkat pancang dan 525 individu/ha (KRPT umur 8 tahun) untuk tingkat semai. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat 51 jenis vegetasi yang berasal dari 22 famili tanaman ditemukan pada areal konsesi PT KJA site Roto Samurangau. Dimana 32 diantaranya merupakan jenis tanaman yang tumbuh secara alami, sedangkan 19 jenis vegetasi lainnya merupakan jenis tanaman pokok. Berdasarkan variasi nilai kuantitatif pada masing-masing lokasi yang diamati, tidak tampak bahwa semakin tua umur tanaman, maka semakin tinggi pula nilai kerapatan vegetasi, basal area, dan kehadiran jenisnya. Namun, meskipun secara umum menurun, keragaman jenis pohon pada tanaman reklamasi yang lebih tua cenderung lebih beragam. Hal tersebut dikarenakan berbedanya situasi dan kondisi masing-masing KRPT yang diamati, seperti perbedaan kondisi tanah, jenis tanaman, dan jarak lokasi studi dengan hutan alam. Berdasarkan hasil identifikasi dan inventarisasi yang dilakukan pada penelitian ini diketahui bahwa KRPT dengan umur tanam 12 tahun memiliki komposisi vegetasi yang paling beragam, dimana dari 19 jenis vegetasi, 14 diantaranya merupakan jenis tanaman yang tumbuh secara alami.

 

ABSTRACT

The one indicator used to measure the reclamation succession activities is by calculating the number of vegetation species that grow in reclamation area. This study aimed to determined the variations in plant age on the vegetation structure and composition in the mine reclamation area (KRPT) of PT Kideco Jaya Agung (PT KJA), Paser, East Kalimantan through annual vegetation monitoring and evaluation activities. The study sites cover 13 (thirteen) KRPTs with a plant age of 1-13 years. The highest vegetation density values in each category were 1,125 individuals/ha (12 years old KRPT) for the tree level, 650 individuals/ha (10 years old KRPT) for the sapling level and 525 individuals/ha (8 years old KRPT) for the seedling level. Present study also showed that there were 51 species of vegetation from 22 plant families found in the concession area of PT KJA, 32 are naturally species while others 19 species are main vegetation. Based on the variation of quantitative values at each location observed, it was not appeared that the older plant age affected to the higher value of vegetation density, basal area, and species presence. However, although it was generally declined, tree species diversity in older reclaimed plants tended to be more diverse. This is probably due to the different situations and conditions of each observed KRPT, such as differences in soil conditions, plant species, and the distance between study site and natural forest. The result of plant species identification and inventory showed that KRPT with a planting age of 12 years had the most diverse vegetation composition, where from 19 species there are 14 species of them grown naturally

 

Fulltext View|Download
Keywords: PT KJA; Variasi Umur; Tanaman Reklamasi; Struktur dan Komposisi Vegetasi

Article Metrics:

  1. Adman, B., Hendrarto, B. & Sasongko, D.P., 2012, ‘Pemanfaatan Jenis Pohon Lokal Cepat Tumbuh Untuk Pemulihan Lahan Pascatambang Batubara’, Jurnal Ilmu Lingkungan, 10(1), 19–25
  2. Adman, B., Mediawati, I., Yassir, I, 2012. ‘Potensi Laban (Vitex pinnata L.) untuk Revegetasi Lahan Pascatambang Batubara’, https://www.academia.edu
  3. Agus, C., Putra, P.B., Faridah, E., Wulandari, D. & Napitupulu, R.R., 2016, ‘Organic Carbon Stock and Their Dynamics in Rehabilitation Ecosystem Areas of Post Open Coal Mining at Tropical Region’, Procedia Engineering, 159(6), 329–337. https://doi.org/10.1016/j.proeng.2016.08
  4. Aipassa, M.I., Zainuddin, Z. & Hasan, H., 2020, ‘Tingkat keberhasilan reklamasi lahan bekas tambang batubara pada PT Bukit Baiduri Energi Kabupaten Kutai Kartanegara kota Samarinda Kalimantan Timur’, Dinamika Lingkungan Indonesia, 7(2), 102
  5. Akbar, A., Priyanto, E., & Basiang, H. A, 2005. ‘Potensi Tanaman Revegetasi Lahan Reklamasi Bekas Tambang Batubara dalam Mendukung Suksesi Alam’, Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 2(3), 131-140
  6. Bisnis.com, 2019, Pertambangan Topang Ekonomi Kaltim Tumbuh Minimal 5 Persen. https://kalimantan.bisnis.com/read/20191206/408/1178722/pertambangan-topang-ekonomi-kaltim-tumbuh-minimal-5-persen. Diakses pada 20 Juli 2021
  7. Buchori, D., Rizali, A., Rahayu, G.A. & Mansur, I., 2018, ‘Insect Diversity in Post-Mining Areas : Investigating Their Potential Role as Bioindicator of Reclamation Success’, Biodiversitas, 19(5), 1696–1702. http://dx.doi.org/10.13057/biodiv/d190515
  8. Budiana, I.G.E., Jumani & Biantary, M.P., 2017, ‘Tambang Batubara di PT Kitadin Site Embalut Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur’, Jurnal AGRIFOR, XVI(2), 195–208
  9. Curtis, J.T. & Cottam, G., 1964, Plant Ecology Workbook: : Laboratory, Field and Reference Manual, Burgess Publishing Company, Pennsylvania State University
  10. Ge, H., Yi, Y., Yang, X., Yang, L., Su, D. & Ma, L., 2010, ‘Study on Ecological Characteristic and Reclamation in Xiangshui Coal Mining Area, Guizhou, China’, International Journal of Mining, Reclamation and Environment, 24(1), 18–33. https://doi.org/10.1080/17480930903474774
  11. Gunawan, W., Basuni, S., Indrawan, A., Prasetyo, L. B, & Soedjito, H., 2011. ‘Analisis Komposisi dan Struktur Vegetasi Terhadap Upaya Restorasi Kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango’, Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, (1) 2 , 93- 105
  12. Hardjosoediro, S.. 1974. Kelas Hutan, Bagian Penerbitan Yayasan Pembina Fakultas
  13. Taqiyuddin, M.F.K., & Luthfi Hidayat, L, 2020. ‘Reklamasi Tanaman Adaptif Lahan Tambang Batubara PT BMB Blok Dua Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan’, ZIRAA’AH, 45(3), 285-292
  14. Kehutanan, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Hirfan, 2016. ‘Strategi Reklamasi Lahan Pasca Tambang’, PENA TEKNIK: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik, 1(1), 101 - 108
  15. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. 2018. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1827K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik
  16. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. 2018. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 26 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Kaidah Pertambangan yang Baik dan Pengawasan Pertambangan Mineral dan Batubara
  17. Kusmana, C., 1997, Metode Survey dan Interpretasi Data Vegetasi, Institut Pertanian Bogor, Bogor
  18. Latuamury, B., Gunawan, T. & Suprayogi, S., 2016, ‘Pengaruh Kerapatan Vegetasi Penutup Lahan terhadap Karakteristik Resesi Hidrograf Pada Beberapa Subdas di Propinsi Jawa Tengah dan Propinsi DIY’, Majalah Geografi Indonesia, 26(2), 98–118
  19. Lung, F., 2020. ‘Sumber Energi Batubara Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai Penopang Ekonomi Ibu Kota Negara (IKN) Baru’, Prosiding PERHAPI, 425-434, https://prosiding.perhapi.or.id
  20. Mueller-dombois, D. & Ellenberg, H., 2014, Ekologi Vegetasi, LIPI Press & Yayasan Pustaka Obor Indonesia, Jakarta
  21. Noragaina, 2008. Analisis Vegetasi Pada Lahan Bekas Penambangan Batubara di Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan, Tesis Program Studi Biologi Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada
  22. Novera, Y., 2008, Analisis Vegetasi, Karakteristik Tanah dan Pada Lahan Bekas Tambang Timah – PhD thesis, Institut Pertanian Bogor, Bogor
  23. Pratiwi, Narendra, B.H., Siregar, C.A., Turjaman, M., Hidayat, A., Rachmat, H.H., Mulyanto, B., Suwardi, Iskandar, Maharani, R., Rayadin, Y., Prayudyaningsih, R., Yuwati, T.W., Prematuri, R. & Susilowati, A., 2021, ‘Managing and reforesting degraded post-mining landscape in Indonesia: A review’, Land, 10(6). https://www.mdpi.com/2073-445X/10/6/658
  24. Ramananantoandro, T., Ramanakoto, M.F., Rajoelison, G.L., Randriamboavonjy, J.C. & Rafidimanantsoa, H.P., 2016, ‘Influence of Tree Species, Tree Diameter and Soil Types on Wood Density and Its Radial Variation in A Mid-Altitude Rainforest in Madagascar’, Annals of Forest Science, 73(4), 1113–1124. https://link.springer.com/article/10.1007%2Fs13595-016-0576-z
  25. Riswan, Harun, U., & Irsan, C., 2015. ‘Keragaman Flora di Lahan Reklamasi Pasca Tambang Batubara PT BA Sumatera Selatan’, Jurnal Manusia dan Lingkungan, 22(2), 160-168
  26. Rohmadi, S, 2018. Struktur dan Komposisi Keanekaragaman Hayatiflora Pada Kawasan Reklamasi dan pascatambang PT Kideco Jaya Agung. Tesis Program Studi Magister Ilmu Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman Samarinda
  27. Sahid, 2009. ‘Penafsiran Luas Bidang Dasar Tegakan Pinus Merkusii Menggunakan Foto Udara di Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Perum Perhutani Unit 1 Jawa Tengah’, Forum Geografi, 23(2), 112 - 122
  28. Soerianegara, I. & Indrawan, A., 1998, Ekologi Hutan Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Bogor
  29. Sopialena, S., 2017, ‘The Benefit of Top Soil and Fertilizer Mixture to Improve the Ex-Coal Mining Land’, Nusantara Bioscience, 9(1), 36–43
  30. Stevens, P.R. & Walker, T.W., 1970, ‘The Chronosequence Concept and Soil Formation’, The Quarterly Review of Biology, 45(4), 333–350
  31. Subhan, E., 2019, ‘Analisis Tingkat Kesuburan Tanah Lahan Bekas Penambangan Batubara PT. Senamas Energindo Mineral Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah’, Media Ilmiah Teknik Lingkungan, 4(2), 34–40
  32. Zulkarnain, Joy, B., Tuhpawana, P. & Prawira, I., 2014, ‘Soil Erosion Assessment of The Post-Coal Mining Site in Kutai Kartanegara District, East Kalimantan Province’, International Journal of Science and Engineering, 7(2), 130–136

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.