skip to main content

Valuasi Dampak Banjir Di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat

1Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura, Indonesia

2Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura, Indonesia

Received: 10 Oct 2021; Revised: 16 Nov 2021; Accepted: 26 Nov 2021; Available online: 2 Dec 2021; Published: 1 Jan 2022.
Editor(s): H. Hadiyanto

Citation Format:
Abstract

Banjir merupakan becana yang kerap sekali terjadi pada musim hujan, banjir dapat menyebabkan kehilangan harta benda maupun korban jiwa. Valuasi ekonomi akibat terjadinya banjir adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk menghitung kerugian akibat terjadinya bencana banjir. Tidak adanya kajian mengenai kerentanan dan kerugian ekonomi akibat banjir pada tiga desa di Kecamatan Ngabang yaitu Desa Raja, Hilir Tengah dan Hilir Kantor adalah alasan dilakukannya penelitian ini. Tujuan dilakakukan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menginventarisasi besarnya tingkat kerentanan terhadap banjir yang terjadi dan menghitung valuasi kerugian ekonomi akibat terjadinya bencana banjir. Metode yang digunakan dalam menganalisis kerentanan banjir menggunakan software ArcMap 10.3 adalah Analisa atribut meliputi pemberian skor kelas curah hujan, pemberian skor kelas tutupan lahan, pemberian skor kelas kemiringan lahan, pembobotan dan Analisa AHP. Metode yang digunakan untuk menghitung estimasi kerugian akibat banjir menggunakan metode ECLAC. Hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah perubahan tutupan lahan mengalami penurunan dan peningkatan luasan permukiman, pertanian/sawah, dan lahan terbuka/semak, Curah hujan yang tinggi dan kelerengan daerah yang landai menjadi parameter penyebab terjadinya banjir. Pada estimasi nilai kerugian akibat banjir dengan nilai kerugian menggunakan USD dan Emas pada tahun yang ditentukan dengan hasil total kerugian pada tahun 1973 adalah 73,7 Juta dollar, tahun 1989 180 juta dollar, tahun 1994 261 juta dollar, tahun 2000 261juta dollar, tahun 2010 1,1 miliar dollar, dan tahun 2020 1,9 miliar dollar.

ABSTRACT

Flood is a plan that often occurs in the rainy season, floods can cause loss of property and fatalities. Economic valuation due to flooding is one way that can be used to calculate losses due to flood disasters. The absence of studies on vulnerability and economic losses due to flooding in three villages in Ngabang Subdistrict namely Desa Raja, Hilir Tengah and Hilir Kantor is the reason for this research. The purpose of this study is to identify and inventory the level of vulnerability to floods that occur and calculate the valuation of economic losses due to flood disasters. The methods used in analyzing flood vulnerabilities using ArcMap 10.3 software are attribute analysis including rainfall class scoring, giving land cover class scores, awarding land slope class scores, weighting and AHP Analysis. The method used to calculate the estimated loss due to flooding uses the ECLAC method. The results obtained in this study are changes in land cover experiencing a decrease and increase in the area of settlements, agriculture / rice fields, and open land / bush, high rainfall and marbles of sloping areas become parameters of the cause of flooding. In the estimated value of losses due to floods with the value of losses using USD and Gold in the specified year with the total loss in 1973 was 73.7 million dollars, in 1989 180 million dollars, in 1994 261 million dollars, in 2000 261 million dollars, in 2010 1.1 billion dollars, and in 2020 1.9 billion dollars.

Fulltext View|Download
Keywords: Banjir; Kerugian ekonomi; Kecamatan Ngabang; Analisis atribut, Analisis AHP; Metode ECLAC

Article Metrics:

  1. Akhmad, F. (2014). Valuasi Ekonomi Dan Penilaian Kerusakan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan. Bogor: IPB Press
  2. Aprilia, F. (2015). Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Penanggulangan Banjir Di Kota Semarang. Jurnal Geografi
  3. Aziza, S. N., Somantri, L., & Setiawan, I. (2021). Analisis Pemetaan Tingkat Rawan Banjir Dikecamatan Bontang Barat Kota Bontang Berbasis Sistem Informasi Geografis. Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha, 109-120
  4. BPS Kabupaten Landak. (2020). Kecamatan Ngabang Dalam Angka. Ngabang: BPS Kabupaten Landak
  5. Budiyono, A. T., & Ward. (2016). River Fflood Risk In Jakarta Under Scenarios Of Future Change. Hazard Earth Syst. Scie., 757-774
  6. Darmawan, K. (2017). Analisis Tingkat Kerawanan Banjir DI Kabupaten Sampang Menggunakan Metode Overlay Dengan Scoring Berbasis Sitem Informasi Geografis. Jurnal Geodesi Undip
  7. Dirwansyah, S. (2014). Analisis Kerugian Akibat Banjir Di Bandar Lampung. Jurnal Teknik Sipil UBL
  8. Guntara, I. (2013). Pengertian Overlay Dalam Sistem Informasi. Dipetik 10 01, 2020, Dari Pengertian Overlay Dalam Sistem Informasi: Http://Www.Guntara.Com/2013/01/Pengertian-Ovverlay-Dalam-Sistem.Html.Sampangkab.Go.Id
  9. Hapsoro, & Buchori, I. (2015). Kajian Kerentanan Sosial Dan Ekonomi Terhadap Bencana Banjir (Studi Kasus: Wilayah Pesisir Kota Pekalongan). Jurnal Teknik PWK, 542-553
  10. Jafrianto, Sekartaji, A., Natunazah, I., & Anisa, F. (2017). Analsis Tingkat Kerawanan Banjir Di Keluarahan Wonoboo Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Berkelanjutan, 54-66
  11. Jayantara, & Yoga, G. (2020). Implementasi Qgis Untuk Mengestimasi Kerugian Ekonomi Akibat Baniir Di Kabupaten Bandung. Jurnal Teknologi Dan Kejuruan
  12. Kurnia, R. (2017). Valuasi Ekonomi Sumber Daya Alam Dan Lingkungan. Batusangkar International Conference, 14-15
  13. Larasati, M. N., Subiyanto, S., & Sukmono, A. (2017). Analisis Penggunaan Dan Pemanfaatan Tanah (P2t) Menggunakan Informasi Geografis Kecamatan Banyumanik Tahun 2016. Geodesi Undip, 89-97
  14. Latiful, A. (2012). Pemetaan Tingkat Kerentanan Dan Tingkat Bahaya Banjir Daerah Aliran Sunga (Das) Bengawan Solo Bagian Tengah Di Kabupaten Bojonegoro. Skripsi
  15. Moore, W., & Phillips. (2014). Review Of ECLAC Damage And Loss Assessments In The Caribbean. Uited Nations
  16. Munir, & Agus, Q. (2014). Sistem Informasi Geografi Pemetaan Bencana Alam Menggunakan Google Maps
  17. Pemerintah Kabupaten Landak. (2020, 06 29). Kondisi Geografis. Retrieved 06 29, 2020, From Pemerintah Kabupaten Landak: Https://Landakkab.Go.Id/Page/Kondisi-Geografis#:~:Text=Kabupaten%20Landak%20dapat%20dikategorikan%20sebagai,Sebesar%20160%20mm%20per%20bulan
  18. Rahmadi, Ruslan, M., & Kadir, S. (2019). Analisis Tingkat Bahaya Erosi Di Sub Das Banyuhirang Das Maluka Kota Banjarbaru. Jurnal Sylva Scienteae, 930-938
  19. Robi, A. (2016). Risiko Bencana Indonesia. Jakarta
  20. Rosyidie, A. (2013). Banjir: Fakta Dan Dampaknya, Serta Pengaruh Dari Perubahan Guna Lahan. Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 241-249
  21. Setiawan, Y., Purwandari, E. P., Wijinarko, A., & Sunandi, E. (2020). Pemeteaan Zonasi Rawan Banjir Dengan Analisis Indeks Rawan Banjir Menggunakan Metode Fuzzy Simple Adaptive Weighting. Jurnal Pseudocode
  22. Sholahudin. (2015). Sig Untuk Memetakan Daerah Banjir Dengan Metode Skoring Dan Pembobotan. Sistem Informasi
  23. Somantri, L. (2008). Pemanfaatan Teknik Pengindraan Jauh Untuk Mengidentifikasi Kerentanan Dan Risiko Banjir. Jurnal Geografi, 8
  24. Suparmoko, M. (2003). Valuasi Ekonomi Sumberdaya Alam Kabupaten Sikka. Prosiding Seminar Nasional II Dan Kongres I
  25. Todingan, & Melisa. (2014). Pemetaan Daerah Rawan Longsor Di Wilayah Sub Das Tondano Dengan Sistem Informasi Geografi
  26. Trihono, K. (2007). Penerapan Sistem Informasi Geografis Dalam Untuk Mereduksi Kerugian Akibat Banjir. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi
  27. Zazilatur, R., Rengkung, M., & Lahamendu, V. (2018). Kesesuaian Lahan Permukiman Di Kawasan Kaki Gunung Dua Sudara. Jurnal Spasial

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.