Perbandingan Dosis Induksi dan Pemeliharaan Propofol Pada Operasi Onkologi Mayor yang Mendapatkan Pemedikasi Gabapentin dan Tanpa Gabapentin

*Ida Bagus Okta -  Bagian/ SMF Ilmu Anestesi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana/ RSUP Sanglah Denpasar, Indonesia
I Made Subagiartha -  Bagian/ SMF Ilmu Anestesi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana/ RSUP Sanglah Denpasar, Indonesia
Made Wiryana -  Bagian/ SMF Ilmu Anestesi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana/ RSUP Sanglah Denpasar, Indonesia
Published: 1 Nov 2017.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Penelitian
Language: ID
Full Text:
Statistics: 282 738
Abstract
Latar Belakang : Anestesi umum merupakan teknik anestesi yang paling sering dikerjakan dibandingkan dengan teknik anestesi lain. Total Intravena Anestesi menggunakan propofol telah dikembangkan secara luas, karena menurunnya angka insiden PONV, biaya anestesi yang lebih murah, dan waktu pulih yang cepat. Berbagai teknik, alat dan obat-obatan diteliti untuk mengurangi dosis propofol yang diperlukan durasi operasi karena efek samping propofol yang berbahaya, yang dikenal PRIS (Propofol Related Infusion Syndrome), yang dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang tinggi.   

Tujuan : Untuk membandingkan dosis induksi dan pemeliharaan propofol yang diperlukan intraoperatif antara kelompok gabapentin dan kelompok kontrol. Selanjutnya hasil penelitian dapat digunakan secara umum dalam penggunaan gabapentin sebagai obat akut pada periode perioperatif.

Metode : Penelitian ini adalah double blind clinical trial. Teknik penelitian ini dapat mengkontrol ekspektasi dan  manipulasi subjek penelitian terhadap prosedur penelitian sehingga dapat menghasilkan hasil yang valid dan terpercaya. Penelitian dibagi menjadi dua kelompok, kelompok gabapentin dan kelompok kontrol. 32 sampel tiap kelompok telah menjalani operasi onkologi mayor dengan teknik anestesi yang sama total intravena propofol dengan TCI. 

Hasil : Dosis induksi kelompok gabapentin memiliki 1,15 mg/kgbb dibandingkan dengan kelompok kontrol yang memiliki median 1,48 mg/kgbb (p < 0,001). Dosis pemeliharaan kelompok gabapentin memiliki median 93,27 mcg/kgbb/menit dibandingkan kelompok kontrol yang memiliki median 123,80 mcg/kgbb/menit (p < 0,001).

Simpulan : Premedikasi oral gabapentin 600 mg efektif menurunkan dosis induksi dan pemeliharaan propofol yang digunakan pada teknik TIVA untuk menjaga operasi mayor onkologi. Selanjutnya premedikasi gabapentin dapat digeneralisir penggunaannya pada operasi lain untuk menurunkan kebutuhan propofol intraoperatif.

Keywords
gabapentin; propofol; total intravenous anesthesia

Article Metrics:

  1. Absalom, A.R., Struys, M. Overview of Target Controlled Infusions and Total Intravenous Anaesthesia. Edisi ke 2. 2007. English: Academia Press
  2. Absalom, A. R., Sutcliffe N., Kenny, G. N. Closed-loop control of anesthesia using bispektral index: performance assessment in patients undergoing major orthopedic surgery under combined general and regional anesthesia. Anesthesiology. 2002.96:67-73
  3. Adi, Pramana, Wiryana. “Analisis minimalisasi biaya anestesi umum propofol target controlled infusion (TCI) dan anestesi inhalasi pada pasien operasi bedah mayor onkologi di RSUP Sanglah”. Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif. [Tesis] Denpasar : Fakultas Kedokteran Universitas Udayana; 2015
  4. Iswahyudi, Sinardja, K., Senapathi, T.G.A. “Analisis biaya periode intraoperatif anestesi intravena total propofol target controlled infusion (TCI) dengan anestesi inhalasi sevoflurane pada pasien operasi bedah mayor onkologi di RSUP Sanglah Tahun 2013”. Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif. [Tesis] Denpasar : Fakultas Kedokteran Universitas Udayana; 2013
  5. Stoelting, R. K., Hiller, S. C. Nonbarbiturate Intravenous Anesthetic Drugs. Dalam : Pharmacology & Physiology in Anesthetic Practice. Edisi ke 4. Philadelphia: Lippincott William & Wilkins. 2006;155-63
  6. Bertram, G., Katzung. Basic and Clinical Pharmacology. 2004; 9:413-14
  7. Bharti, Neerja., Bala, Indu., Narayan, Vidhya., Singh, Gurpret. Effect of gabapentin pretreatment on propofol consumption, hemodynamic variables, and postoperative pain relief in breast cancer surgery. Acta Anaesthesiologica Taiwanica. 2013. 10-13
  8. Bertrand, S., dkk. The Anticonvulsant, Antihyperlagesic Agent Gabapentin Is an Agonist at Brain γ-Aminobutyric Acid Tupe B Receptors Negatively Coupled to Voltage-Dependent Calcium Channels. J Pharmacol Exp Ther. 2001; 298: 15-24
  9. Pandey, C.K., et al. Pre-emptive use of Gabapentin significantly decrease post operative & rescue analgesic requirement in laparoscopic cholecystectomy. Can J Anaes. 2004; 51(4): 358-362
  10. Patel, M.K., Gonzalez, M.I., Bramwell, S., Pinnock, R.D., Lee, K. Gabapentin inhibits excitatory synaptic transmission in the hyperalgesic spinal cord. Br J Pharmacol; 2000; 130:1731–1734
  11. Rose, M.A., Kam, P.C.A. Gabapentin : pharmacology and its use in pain management. Anaesthesia. 2002.57: 451-462
  12. Türe H, Sayin M, Karlikaya G, Bingol CA, Aykac B, Türe U. The analgesic effect of gabapentin as a prophylactic anticonvulsant drug on postcraniotomy pain: a prospective randomized study. Anesth Analg 2009;109:1625e31
  13. Todd RD, McDavid SM, Brindley RL, Jewell ML, Currie KP. Gabapentin inhibits catecholamine release from adrenal chromaffin cells. Anesthesiology 2012;116: 1013e24
  14. Kade, Senapathi, T.G.A., Wiryana. Perbandingan Efek Gabapentin dan Clonidin Terhadap Gejolak Hemodinamik Saat Laringoskopi-Intubasi. Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif. [Tesis] Denpasar : Fakultas Kedokteran Universitas Udayana; 2010