Strategi Proteksi Serebral Untuk Operasi Rekonstruksi Arkus Aorta

*Fredi Heru Irwanto -  Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif/ RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang, Indonesia
Rudy Yuliansyah -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, Indonesia
Chairil Gani Koto -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, Indonesia
Published: 1 Jul 2017.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Tinjauan Pustaka
Language: ID
Full Text:
Statistics: 217 701
Abstract

Intervensi pembedahan pada pada rekonstruksi arkus aorta menyebabkan perubahan pada aliran darah ke otak yang bersifat temporer. Pasien yang menjalani ini memiliki resiko yang tinggi terhadap kelainan neurologis. Proteksi serebral harus menjadi implikasi utama pada pasien-pasien yang menjalani prosedur ini. Hipotermia mengurangi aliran darah ke otak dan menurunkan laju metabolisme oksigen di otak. Perfusi cerebral retrograde biasanya diaplikasikan bersama dengan teknik hipotermia. Perfusi cerebral antegrade secara teoritis lebih fisiologis dibanding metode hipotermia dan perfusi retrograde. Perfusi antegrade memberikan waktu proteksi yang lebih panjang dan bermafaat untuk prosedur yang komplek.

Keywords
hipotermia; laju metabolisme oksigen serebra; proteksi serebral; perfusi serebral retrograde; perfusi serebral antegrade

Article Metrics:

  1. Augoustides JG, Pantin EJ, Cheung AT. Thoracic aorta. In: Kaplan JA, Reich DL, Savino JS, ed. Kaplan’s car-diac anesthesia: the echo era 6th ed. St.Louis, Missouri : Saunders; 2011, 637-74
  2. Leshnower BG, Chen EP. Cerebral pro-tection strategies for aortic arch surgery. Front Lines of Thoracic Surgery 2014; 215-24
  3. Fox A, Cooper JR. Anesthetiv management for thoracic aorta aneurysms and dissections, In: Hensley FA, Martin DE, Gravlee GP, ed. A practical approach to cardiac anesthesia 5th ed. Philadelphia : Lippincott Williams & Wilkins; 2013, 695-736
  4. Wells CM, Subramaniam K. Acute aortic syndrome. Anesthesia and Perioperative Care for Aortic Surgery 2011; 17-36
  5. Svyates M, Tolani K, Zhang M, Tulman G, Charchaflieh J. Perioperative management of deep hypothermic circulatory arrest. Journal of Cardiothoracic and Vascular Anesthesia Vol 24, no 4, 2011: 644-55
  6. Bartolomeo RD, Pilato E, Pacini D, Savini C, Eusanio MD. Cerebral protection during surgery of the aortic arch. European Association for Cardiothoracic Surgery 2011: 1-8
  7. Strong AJ, Fairfield JE, Monteiro E, Kirby M, Hogg AR, Snape M, et.al. Insulin protect cognitive function in experimental stroke. Journal of Neurology, Neurosurgery and Psychiatry1990: 847-53
  8. Kass IS, Cottrell JE, Chambers G. Magnesium and cobalt, not nimodipine, protect neurons against anoxic damage in the rat hippocampal slice. Anesthesiology vol 69, 1998: 710-15
  9. Legault C, Furberg CD, Wagenknecht LE, Rogers AT, Stump DA, Coker L.et.al. Nimodipine neuroprotection in cardiac valve replacement. Stroke vol 27(4), 1996: 593-98
  10. Zhou Y, Wang D, Du M, Zhu J, Shan G, Ma D, et.al. Lidocaine prolongs the safe duration of circulatory arrest during deep hypothermia in dogs. Can J Anaesth vol 45, 1998: 692-98
  11. Bashir M, Shaw M, Desmond M, Kuduvalli M, Field M, Oo A. Cerebral protection in hemiaorticarch surgery. Ann Cardiothorac Surg vol 2(22), 2013: 239-44
  12. Parmana IMA. Aorta thorakalis. In : Boom CE, ed. Perioperative transesophageal echocardiography (TEE), interpretasi dan panduan klinis 1st ed. Jakarta : Aksara Bermakna; 2013,173-95