Peran Angiografi Pada Emboli Paru

*Bastian Lubis -  Anaesthesiology and Intensive Therapy Department, Faculty of Medicine, Universitas Sumatera Utara/ H. Adam Malik Central Hospital, Indonesia
Akhyar H Nasution -  Anaesthesiology and Intensive Therapy Department, Faculty of Medicine, Universitas Sumatera Utara/ H. Adam Malik Central Hospital, Indonesia
Bellinda Magdalena -  RSPAD Gatot Subroto Jakarta, Indonesia
Dis Bima Purwaamidjaja -  RSPAD Gatot Subroto Jakarta, Indonesia
Published: 1 Mar 2018.
Open Access
Abstract

Latar belakang: Emboli paru sering tidak terdeteksi karena gejalanya tidak spesifik dan tidak dapat dicegah.  Angka kematian PE berkisar 100.000 hingga 200.000 kematian di Amerika Serikat.  Bahkan angka ini dapat bertambah bila tidak ditangani segera.  Dibutuhkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan alat peneunjang seperti EKG, foto thorak, D dimer, fibrinogen, ekokardiografi dan prosedure yang canggih seperti CT angiografi.

Kasus: Ada 4 kasus yang dilaporkan.  Kasus pertama, kedua dan ketiga terjadi emboli paru setelah post operasi.  Kami menggunakan skoring Wells dan Geneva untuk mendukung diagnosis emboli paru.  Sedangkan kasus keempat berbeda, dengan menggunakan D-dimer, desaturasi dan peningkatan jantung kanan merupakan tanda emboli di paru.

Diskusi: Angka kecacatan emboli paru dapat menurun dengan diagnosis yang cepat dan pengobatan yang baik. Pengobatan yang tepat menggunakan heparin atau streptokinase bahkan DSA merupakan modalitas bila terjadi emboli massive.

Other format:

Keywords
emboli paru; anamnesis; pemeriksaan fisik; EKG; ekokardiografi; foto thorak; D dimer; fibrinogen dan CT angiografi

Article Metrics:

Article Info
Section: Laporan Kasus
Language: ID
Full Text:
Statistics: 286 417
  1. Agnelli G, Becattini C. Current concepts acute pulmonary embolism. N Engl J Med. 2010; 363(3): 266-74
  2. Fedullo PF, Tapson VF. The evaluation of suspected pulmonary embolism. N Engl J Med. 2003; 349(13): 247-56
  3. Meyer G, Vicaut E, Danays T, Agnelli G, Becattini C, Beyer-Westendorf J, et al. Fibrinolysis for patients with intermediate - risk pulmonary embolism. N Engl J Med. 2014; 370(15): 1402-11
  4. Kara H, Basyir A, Degirmenci S, Kayis SA, Akinci M, Ak A, et al. D-dimer and d-dimer/ fibrinogen ratio in predicting pulmonary embolism in patients evaluated in a hospital emergency department. Acta Clin Belg. 2014; 69(4): 240-5
  5. Deng X, Li Y, Zhou L, Liu C, Liu M, Ding N, et al. Gender differences in the symptoms, signs, disease history, lesion position and pathophysiology in patients with pulmonary embolism. Plos One. 2015: 1-9
  6. Messa IR, Junewick J, Hoff A, Blumer A, Daro R, Linna N, et al. Incidence of pulmonary emboli on chest computed tomography angiography based upon referral patterns. Emerg Radiol. 2016
  7. Kubak MP, Lauritzan PM, Borthne A, Ruud EA, Ashraf H. Elevated d-dimer cut-off values for computed tomography pulmonary angiography—d-dimer correlates with location of embolism. Ann Transl Med. 2016: 1-6
  8. Kostadima E, Zakythinos E. Pulmonary Embolism: Pathophysiology, Diagnosis, Treatment. Hellenic J Cardiol. 2007; 48: 94-107