Preoksigenasi pada Anestesi Umum

*Faizal Rahmat Malawat  -  Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif; Fakultas Kedokteran; Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi; Semarang, Indonesia
Bondan Irtani Cahyadi  -  Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif; Fakultas Kedokteran; Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi; Semarang, Indonesia
Published: 1 Jul 2018.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Latar Belakang: Pemantauan saturasi hemoglobin selama tatalaksana jalan napas penting untuk keselamatan pasien. Desaturasi di bawah 70% menghantarkan  pasien pada risiko mengalami disritmia, dekompensasi hemodinamik, kerusakan otak akibat hipoksia dan kematian. Tantangan untuk dokter emergensi adalah dapat melakukan intubasi endotrakeal secara cepat tanpa hipoksia atau aspirasi. Preoksigenasi dengan 100% oksigen sebelum induksi anestesi, merupakan manuver yang diterima secara luas yang dapat meningkatkan penyimpanan oksigen tubuh, sehingga menunda onset desaturasi selama periode apnea setelah induksi anestesi dan muscle relaksan.

Tujuan: Tujuan preoksigenasi adalah mengganti nitrogen di FRC dengan oksigen; yang disebut proses denitrogenasi. Hal ini memiliki dampak pada penyimpanan oksigen tubuh dan meningkatkan toleransi terhadap apneu secara substansial. Preoksigenasi efektif menghasilkan batas aman untuk intubasi darurat dan memperpanjang durasi dari apnea tanpa desaturasi.

Metode: Preoksigenasi di dalam kamar operasi biasanya menggunakan sirkuit yang terpasang pada mesin anestesi, yang akan memberikan FiO2 yang tinggi. Kemudian, keberhasilan dari preoksigenasi dapat terus dinilai dengan memperkirakan derajat denitrogenasi menggunakan penganalisa gas untuk menentukan konsentrasi fraksi oksigen yang dihembuskan (FeO2). Untuk operasi pasien dengan risiko aspirasi yang tinggi, anestesi mengembangkan induksi dengan sekuens cepat dengan cara pemberian sedatif dan paralitik tanpa ventilasi secara simultan sembari menunggu paralitik berefek, sehingga dapat mengurangi risiko aspirasi. Posisi supine tidak ideal untuk mencapai preoksigenasi optimal, karena menjadi lebih sulit untuk mengambil napas penuh dan lebih banyak bagian paru posterior yang menjadi prone sampai kolaps. Sebaliknya posisi trendelenburg akan meningkatkan preoksigenasi dan mungkin berguna pada pasien yang diimobilisasi karena kemungkinan spinal injury.

Simpulan: Dalam keadaan apneu, faktor yang memiliki efek terbesar pada waktu tercapainya hipoksia kritis adalah FRC, konsentrasi oksigen alveoli, dan kecepatan metabolisme. Konsentrasi hemoglobin dan derajat shunting sirkulasi kurang penting dibandingkan faktor-faktor diatas. Ahli anestesi dapat menghindari hipoksia dengan preoksigenasi. Sampai kontrol definitif jalan napas dapat dicapai, ahli anestesi dapat memberikan oksigen 100% sehingga memungkinkan masuknya oksigen ke paru dan membantu mencegah terjadinya hipoksia.

 

Keywords: anestesi; desaturasi; hipoksia ; preoksigenasi; pirau

Article Metrics:

  1. Weingart SD, Levitan RM. Preoxygenation and prevention of desaturation during emergency airway management. Ann Emerg Med.2012;59:165-75
  2. Lauscher P, Mirakaj V, Koenig K, Meier J. Why hyperoxia matters during acute anemia. Minerva Anestesiol 2013;79:643-51
  3. Pelosi P, Ravagnan I, Giurati G, Panigada M, Bottino N, Tredici S et al. Positive end-expiratory pressure improves respiratory function in obese but not in normal subjects during anesthesia and paralysis. Anesthesiology 1999;91:1221- 31
  4. Edmark L, Auner U, Enlund M, Ostberg E, Hedenstierna G. Oxygen concentration and characteristics of progressive atelectasis formation during anaesthesia. Acta Anaesthesiol Scand 2011;55:75-81
  5. Lumb AB. Nunn’s Applied Respiratory Physiology.7th ed. Churchill Livingstone; Oxford 2010:568
  6. Campbell IT, Beatty PC. Monitoring preoxygenation. Br J Anaesth 1994;72:3-4
  7. Morrison JE, Jr., Collier E, Friesen RH, Logan L. Preoxygenation before laryngoscopy in children: how long is enough? Paediatr Anaesth 1998;8:293-8
  8. Baillard C, Depret F, Levy V, Boubaya M3, Beloucif S. et al. Incidence and prediction of inadequate preoxygenation before induction of anaesthesia. Ann Fr Anesth Reanim 2014;33:e55-e58
  9. Baillard C, Depret F, Levy V, Boubaya M3, Beloucif S. et al. Incidence and prediction of inadequate preoxygenation before induction of anaesthesia. Ann Fr Anesth Reanim 2014;33:e55-e58
  10. Fraioli RL, Sheffer LA, Steffenson JL. Pulmonary and cardiovascular effects of apneic oxygenation in man. Anesthesiology 1973;39:588-96
  11. Cheney FW, Posner KI, LeeLA Caplan RA. Domino KB. Trends in Anesthesia related death and brain damage : a closed claims analysis, Anesthesiology 2006; 105; 1081-6
  12. Jense HG, Dubin SA, Silverstein PI, O’Leary-Escolas U. Effect of obesity on safe duration of apnea in anesthetized humans. Anesth Analg 1991;72:89-93
  13. Delay JM, Sebbane M, Jung B, Nocca D, Verzilli D, Pouzeratte Y et al. The effectiveness of noninvasive positive pressure ventilation to enhance preoxygenation in morbidly obese patients: a randomized controlled study. Anesth Analg 2008;107:1707-13
  14. Nimmagada U, Salem MR, Joseph NJ, et al. Efficacyof pre- oxygenation using tidal volume and deep breathing techniques with and without priormaximal exhalation. Can JAnaesth.2007;54:448---52
  15. Lee YS. Effects of propofol target-controlled infusion on haemodynamic and respiratory changes with regard to safety. J Int Med Res 2004;32:19-24
  16. Gambee AM, Hertzka RE, Fisher DM. Preoxygenation techniques: comparison of three minutes and four breaths. Anesth Analg 1987;66:468-70
  17. McGowan P, Skinner A. Preoxygenation--the importance of a good face mask seal. Br J Anaesth 1995;75:777-8
  18. Campbell IT, Beatty PC. Monitoring preoxygenation. Br J Anesth1994;72;3-4
  19. Rassam S, Stacey M,Morris S. How do youpreoxygenate your patient? Int JObstet Anesth. 2005;14:79
  20. Lee C, Jahr JS, Candiotti KA, Warriner B, Zornow MH, Naguib M. Reversal of profound neuromuscular block by sugammadex administered three minutes after rocuronium: a comparison with spontaneous recovery from succinylcholine. Anesthesiology 2009;110:1020-5
  21. Pelosi P, Ravagnan I, Giurati G, Panigada M, Bottino N, Tredici S et al. Positive end-expiratory pressure improves respiratory function in obese but not in normal subjects during anesthesia and paralysis. Anesthesiology 1999;91:1221- 31
  22. Rooney MJ. Pre-oxygenation: a comparison of two techniques using a Bain system. Anaesthesia 1994;49:629-32
  23. Baraka AS, Taha SK, Aouad MT, El-Khatib MF, Kawkabani NI. Preoxygenation: comparison of maximal breathing and tidal volume breathing techniques. Anesthesiology 1999;91:612-6
  24. Kinouchi K, Fukumitsu K, Tashiro C, Takauchi Y, Ohashi Y, Nishida T. Duration of apnoea in anaesthetized children required for desaturation of haemoglobin to 95%: comparison of three different breathing gases. Paediatr Anaesth 1995;5:115-9

Last update: 2021-03-04 07:22:43

No citation recorded.

Last update: 2021-03-04 07:22:43

No citation recorded.