skip to main content

PENGARUH PENGGUNAAN SEVOFLURANE DAN ISOFLURANE TERHADAP POSTOPERATIVE COGNITIVE DYSFUNCTION PADA PASIEN YANG MENJALANI OPERASI LAPAROTOMI SALPINGO OOFOREKTOMI

*Adhi Gunawan Baskoro  -  Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif; Fakultas Kedokteran; Universitas Diponegoro; Semarang, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Latar Belakang : Postoperative cognitive dysfunction (POCD) merupakan penurunan kemampuan kognitif seseorang pasca operasi yang berhubungan erat dengan kesehatan pasien, lama perawatan, tingkat morbiditas, mortalitas, keterlambatan penyembuhan, dan penurunan kualitas hidup. POCD dapat terjadi pada 15-25% pasien yang menjalani operasi, umumnya pada operasi dengan pembiusan umum. POCD dapat didiagnosa menggunakan instrumen skrining disfungsi kognitif ringan, diantaranya adalah menggunakan tes MOCA-INA yang memiliki nilai spesifisitas dan sensitivitas yang tinggi. Agen anestesi inhalasi sering disebut sebagai salah satu faktor pemicu POCD karena perannya dalam peningkatan agregasi Aβ dan kemampuannya dalam mencegah transmisi kolinergik. Secara teoritis, isofluran lebih unggul daripada sevofluran karena memiliki sifat neuroprotektif.

Tujuan : Mengetahui perbedaan pengaruh penggunaan sevoflurane dan isoflurane terhadap kejadian POCD pada pasien yang menjalani operasi laparotomi salpingo ooforektomi.

Metode : Sebanyak 20 pasien yang menjalani operasi laparotomi salpingo ooforektomi dimasukkan dalam penelitian randomized clinical trial. Pasien dibagi menjadi dua kelompok yaitu  kelompok yang menggunakan agen anestesi inhalasi sevoflurane (kel. 1) dan isoflurane (kel. 2) untuk pemeliharaan anestesi. Kedua kelompok dilakukan wawancara menggunakan kuesioner MOCA-INA satu hari sebelum dan tiga hari sesudah operasi untuk menilai tingkat kognitifnya. Kejadian POCD ditandai dengan penurunan nilai MOCA-INA minimal sebesar 20% dari nilai awal.

Hasil : Dari kedua kelompok tidak didapatkan subjek yang mengalami POCD, dan tidak ada perbedaan perubahan nilai kognitif yang bermakna antara kelompok 1 dan kelompok 2.

Simpulan : Tidak ada perbedaan pengaruh penggunaan sevoflurane dan isoflurane yang bermakna secara statistik terhadap kejadian POCD pada pasien yang menjalani operasi laparotomi salpingo ooforektomi.

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext |  common.other
Copyright Transfer Agreement
Subject
Type Other
  Download (309KB)    Indexing metadata
Keywords: Isoflurane; MOCA-INA; POCD; Sevoflurane

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.