Penentuan Dosis Efektif Bupivacaine Hiperbarik 0,5% Berdasarkan Tinggi Badan Untuk Bedah Sesar Dengan Blok Subarakhnoid

*Dian Ayu Listiarini -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi Semarang, Indonesia
Mohamad Sofyan Harahap -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi Semarang, Indonesia
Uripno Budiono -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi Semarang, Indonesia
Published: 1 Mar 2014.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Penelitian
Language: ID
Full Text:
Statistics: 780 27
Abstract
Latar Belakang: Anestesi spinal lebih disukai untuk bedah sesar dikarenakan onset cepat, teknik sederhana, relatif mudah dilakukan dan menimbulkan relaksasi otot yang sempurna dibandingkan dengan anestesi epidural, dan profil keselamatan ibu lebih besar dibandingkan dengan anestesi umum. Meskipun demikian, anestesi spinal dapat menyebabkan hipotensi, yang memberi dampak morbiditas pada ibu dan janin. Frekuensi dan derajat hipotensi dipengaruhi oleh dosis subarakhnoid anestesi lokal, sehingga diperlukan penentuan dosis minimal yang efektif untuk anestesi spinal.

Tujuan: Mengetahui efektivitas dan profil hemodinamik dosis bupivakain hiperbarik 0,5% 0,06 mg/cm untuk blok subarakhnoid pada bedah sesar.

Metode: Sebanyak 40 orang ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi dibagi secara acak menjadi dua kelompok, yaitu 20 orang pada kelompok I mendapat bupivakain 0,5% hiperbarik 0.06 mg/cmTB, dan 20 orang pada kelompok II mendapat bupivakain 0,5% hiperbarik 12,5 mg. Dilakukan pencatatan dari sebelum hingga 45 menit setelah tindakan anestesi spinal terhadap beberapa variabel, yaitu tanda vital, kejadian hipotensi, jumlah efedrin yang diberikan, waktu blok sensorik, dan blok motorik.

Hasil: Pada kelompok I, onset blok sensorik pada dermatom T10 tercapai pada 1,61±0,617 menit paska injeksi obat, berbeda tidak bermakna bila dibandingkan kelompok II yaitu 1,47 ± 0,655 menit (p>0.05). Semua blok sensorik pada penelitian ini berhasil mencapai dematom T4. Onset blok sensorik pada dermatom T4 tercapai pada 2,55±0,56 menit paska injeksi obat pada kelompok I, berbeda tidak bermakna bila dibandingkan kelompok II yaitu 2,45±0,594 menit (p>0.05). Perbedaan rerata tekanan sistolik, tekanan diastolik, tekanan arteri rerata, laju jantung dan jumlah efedrin yang digunakan pada kedua kelompok menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna secara statistik (p>0,05), demikin pula dengan angka kejadian hipotensi.

Simpulan: Bupivakain 0,5% hiperbarik 0,06 mg/cm Tinggi Badan untuk blok subarakhnoid pada bedah sesar memiliki efektivitas dan profil hemodinamik serupa dengan Bupivakain 0,5% hiperbarik 12,5 mg.

 
Keywords
bupivakain, tinggi badan; dosis efektif; blok subarachnoid; bedah sesar

Article Metrics:

  1. Rucklidge MWM, Paech MJ. Limiting the dose of local anaesthetic for caesarean section under spinal anaesthesia has the limbo bar been set too low?. Anaesthesia 2012; 67: 347-50
  2. Norris MC. Height, weight and the spread of subarachnoid hyperbaric bupivacaine in term parturient. Anesth Analg. 1988; 67: 555-58
  3. Danelli G, Zangrillo A, Nucera D, Giorgi E, Fanelli G, Senatore R, Casati A. The minimum effective dose of 0.5% hyperbaric spinal bupivacaine for cesarean section. Minerva Anesthesiol. 2001; 67(8): 573-77
  4. Zhiyu G, Dong-Xin W, Xin-min W. Minimum effect local anesthetic dose of intrathecal hyperbaric ropivacaine and bupivacaine for cesarean section. Chin Med J. 2011; 124(4): 509-13
  5. Santos A, Pedersen H, Finster M, Edstrom H. Hyperbaric bupivacaine for spinal anesthesia in cesarean section. Anest Analg. 1984; 63: 1009-13
  6. Yentis S, May A, Malhotra S. Analgesia, anaesthesia and pregnancy: a practical guide. 2nd edition. New York: Cambridge; 2007. p. 31-3; 67-9; 82-5
  7. Frölich Michael A. Maternal and fetal physiology and anesthesia. In: Morgan GE, Mikhail MS, Murray MJ. Editors. Lange Clinical Anesthesiology. 4th edition. USA: McGraw-Hill; 2006. p. 875-81; 901-2
  8. Morgan P. Spinal anesthesia in obstetric. Can J Anesth. 1995; 42(12): 1145-63
  9. Chung CJ, Choi SR, Yeo KH, Park HS, Lee SI, Chin YJ. Hyperbaric spinal ropivacaine for cesarean delivery: a comparison to hyperbaric bupivacaine. Anesth Analg. 2001; 93: 157-61
  10. Riley E, Cohen SE, Rubenstein AJ, Flanagan B. Prevention of hypotension after spinal anesthesia for cesarean section: 6% hetastarch versus lactated ringer’s solution. Anesth Analg 1995; 81: 838-42
  11. Bryson GL, Macneil R, Jeyaraj LM, Rosaeg OP. Small dose spinal bupivacaine for caesarean delivery does not reduce hypotension but accelerates motor recovery. Can J Anesth. 2007; 54: 531-7
  12. Bogra J, Arora N, Srivastava P. Synergistic effect of intrathecal fentanyl and bupivacaine in spinal anesthesia for cesarean section. BMC Anesthesiol. 2005; 5: 5