Manajemen Anestesi Untuk Koreksi Skoliosis pada Pasien Chiari Malformasi Post Dekompresi Foramen Magnum

*I. D. G. Tresna Rismantara -  Bagian Anestesi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana/ RSUP Sanglah Denpasar, Indonesia
I Putu Pramana Suarjaya -  Bagian Anestesi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana/ RSUP Sanglah Denpasar, Indonesia
Published: 1 Mar 2014.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Laporan Kasus
Language: ID
Full Text:
Statistics: 575 98
Abstract
Latar belakang: Terdapat penyulit pada manajemen anestesi untuk koreksi skoliosis thorakalis pada pasien chiari malformasi post dekompresi foramen magnum karena terdapat permasalahan periopoeratif kompleks yang menyertainya.

Kasus: Digunakan tindakan anestesi untuk koreksi skoliosis pada pasien dengan Chiari Malformasi post dekompresi foramen magnum dengan keterbatasan mobilisasi leher. Pada pemeriksaan rontgen didapatkan semirigid sublaminer instrumentasi pada leher. pada MSCT terlihat skoliosis thorakalis dengan pusat kelengkungan pada Thorakal 9 dengan Cobb’s Angle 60º. Pemeriksaan kardiovaskular, respirasi dan neurologis dalam batas normal.

Derajat kelengkunan skoliosis pada pasien ini masih dibawah 70º sehingga tidak menekan jantung dan paru, tetapi terdapat penyulit untuk melakukan intubasi, hal ini bisa diatasi dengan memakai alat fiberoptik dalam kondisi sleep non apneu menggunakan fentanyl 50mcg dan propofol 50 mg dilanjutkan dengan balance anestesia menggunakan propofol kontinyu, N2O, O2, vecuronium dan fentanyl intermittnent serta tekhnik hipotensi kendali.

Pasca anestesi pasien mendapat analgesi dengan 2 kateter epidural dengan ujung kateter setinggi Thorakal 3 dan ujing kateter lainnya setinggi Thorakal 12. Masing-masing memakai 0,5mg morfin dan bupivacaine 0,1%. Pasien dievaluasi 2 hari di ICU, tidak ada defek neurologis dan bebas nyeri kemudian di pindah ke ruang perawatan.

Ringkasan: Manajemen anestesi pada operasi Koreksi skoliosis thorakalis menjadi suatu hal yang sangat penting karena begitu kompleksnya permasalahan perioperatif yang  menyertainya.  Fungsi  kardiovaskular  dan  respirasi  adalah  yang  paling  mungkin terganggu sehingga perlu mendapat perhatian khusus. Penilaian terhadap derajat keparahan dari  skoliosisnya  dapat  memberikan  suatu  nilai  prediksi  terhadap  permasalahan  yang mungkin terjadi perioperatif. Pasien  dengan  gangguan  pada  mobilitas  dari  leher  dapat  menjadi  penyulit  saat melakukan  laringoskopi-intubasi. Post operasi jika fungsi kardiovaskular dan respirasi baik, pertimbangan ekstubasi dapat menjadi pilihan. Analgetik post operasi harus adekuat untuk menangani nyeri karena nyeri dapat dapat menimbulkan instabilitas kardiovaskular dan respirasi yang menjadi penyulit paska operasi.

Keywords
horacic scoliosis; chiary malformation; cobb’s angle

Article Metrics:

  1. Richard A, Stanley I. Anesthetic Considerations for Spinal Reconstruction and Fusion Chapter 10.3 in : Richard A, Stanley I, Ed. Anesthesiologist's Manual of Surgical Procedures, 4th ed, Lippincott Williams & Wilkins,USA 2009: p.971-80
  2. Anesthesia for Orthopaedic Surgery. In: Barash P.G, Cullen B.F, Stoelting R.K Editor. Handbook of Clinical Anesthesia, 6th ed, Lippincott Williams & Wilkins, Philadelphia-USA 2009
  3. Anand H.K, Ambareesha M, Spesial article, Scoliosis and anesthetic Considerations in Indian journal of anesthesia 2007; 51 (6) : p486-95.
  4. Melissa A.G, Article, Anesthetic implications for surgical correction of scoliosisin : AANA journals, Agust 2007; Vol 75 : no.4.p 277-85
  5. Michael K Urban. Anesthesia for orthopedic surgery. In: Ronald D. Miller Editor. Miller's Anesthesia 7 ed, Churchill Livingstone Elsevier USA 2009.
  6. Bösenberg MT, Bösenberg AT, Case-Report : Anaesthesia for Marfan’s Sindrom, Department Anaesthesia, University Cape Town, SAJAA July-August 2007;13(4). P 15-9
  7. Vinit W, Guidelines for the anesthetic Management of Spine Fusions and SSEP Monitoring, department of anesthesia and Pain Management-Stanford University Medical Centre 2009
  8. Hoda M.Q, Zafar S.U, a Case-Series Anaesthesia for surgical correction of Scoliosis with Spinal Cord Monitoring, JPMA 54:565;2004
  9. Newfield P, Cottrell J.E, Spinal Cord Injury and Procedures-Scoliosis Chapter 13 in : Handbook of Neuroanesthesia, 4th ed, Lippincott Williams & Wilkins, Philadelphia-USA 2007: p-253-8