Peranan Perfini Dalam Mengembangkan Perfilman Nasional Indonesia 1950-1970

DOI: https://doi.org/10.14710/jscl.v2i1.13610
Copyright (c) 2017 Jurnal Sejarah Citra Lekha
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Submitted: 13-03-2017
Published: 20-06-2017
Section: Articles
Fulltext PDF Tell your colleagues Email the author
Artikel ini menganalisis mengenai peranan Perfini dalam membangun dan mengembangkan identitias perfilman Indonesia pada 1950-1970. Seperti yang telah diketahui, identitas film yang dibuat di tanah air pada masa kolonial hingga pendudukan Jepang, memiliki cerita yang tidak jelas karena dianggap tiruan dari film Cina, Amerika, ataupun India. Pada awal  1950-an rasa nasionalisme rakyat Indonesia bangkit kembali.  Penduduk kota yang mengungsi ke desa-desa akibat perang, mulai kembali dan membutuhkan hiburan.  Hal ini, mendorong maraknya produksi film Indonesia.  Perusahaan film milik Tionghoa mulai bangkit kembali, begitupun dengan kaum pribumi.  Inilah merupakan awal dari pertumbuhan perfilman nasional di Indonesia. Dengan menggunakan metode sejarah diharapkan mampu mengurai dan mengidentifikasi posisi dan peranan organisasi ini dalam dunia perfilman Indonesia.

Keywords

Perfini, identitas, perfilman, Indonesia

  1. Neneng Ridayanti 
    Arsip Nasional Republik Indonesia, Indonesia
  1. Salinan Tambahan Berita Negara RI tanggal 14 Maret 1952 NR. 22 –NR. 283 Tahun 1952 tentang Anggaran Dasar Perfini
  2. Dunia Film, 1954.
  3. Duta Masjarakat, 1959, 1962, 1964, 1965, 1966.
  4. Bintang Timur, Maret 1964
  5. Harian Rakjat, 1955, 1957, 1958, 1959
  6. Harian Suluh Indonesia, 1959.
  7. Aneka, 1956, 1957, 1958, 1959, 1960, 1961.
  8. Pikiran Rakyat, 1 April 1960
  9. Purnama, 12 April 1970, 17 Januari 1971, 31 Mei 1970
  10. Pedoman, 1 April 1970
  11. Siasat, 22 Juli 1951
  12. Sinar Harapan, 30 Oktober 1977
  13. Sinema Indonesia, No. 7-Mei 1987
  14. Sinpo, 16 Agustus 1941
  15. Majalah Tempo, 1991, 2009.
  16. Jayakarta, 5 Januari 1991
  17. Kompas, 15 Januari 1979, 7 Juli 1995
  18. Alim Bachtiar, “Perfilman Kita Dewasa Ini”, Majalah Film, No. 1 Th. Ke 1/1970.
  19. Anwar, H. Rosihan, “Usmar Ismail yang Saya Kenal dan Cita-cita Film Nasionalnya,” Kata Pengantar pada “Pekan Film Karya Usmar Ismail” di Teater Tertutup TIM, Jakarta, 14 Maret 1974. Dimuat pula dalam Budaja Djaja No. 71. Tahun Ketujuh, April 1974, hlm. 196-210.
  20. Ardianto, Elvinaro, dkk., Komunikasi Massa: Suatu Pengantar (Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2004).
  21. Biran, Misbach Yusa, Selintas Kilas Sejarah Film Indonesia (Jakarta: Sinematek Indonesia, 1982).
  22. ________, Sejarah Film (1900-1950); Bikin Film di Jawa, (Depok: Komunitas Bambu, 2009).
  23. ________, Peran Pemuda dalam Kebangkitan Film Indonesia (Jakarta: Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, 2009).
  24. Direktorat Profesi, Sinematografi (Jakarta: Direktorat Jenderal Seni dan Budaya, Departemen Pariwisata, Seni dan Budaya, 2000).
  25. Iskandar, Eddy. D., Mengenal Perfilman Nasional (Bandung: Rosdakarya, 1987).
  26. Imanjaya, Ekky, A to Z About Indonesian Film (Bandung: Mizan Media Utama, 2006).
  27. Irawanto, Budi, Film, Ideologi, dan Militer: Hegemoni Militer dalam Sinema Indonesia (Yogyakarta: Media Pressindo, 1999).
  28. Jauhari, Haris ed., Layar Perak: 90 Tahun Bioskop di Indonesia (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 1992).
  29. Kristanto, JB, Katalog Film Indonesia (1926-2007), (Jakarta: Penerbit Nalar, 2007).
  30. Lubis, Matsum, Buku Kenang-kenangan Perseroan Artis Indonesia (PERSARI) 5 Tahun, (Jakarta: Publicity Dept. Persari Film Studio’s, 1955).
  31. Perfini, Memperingati Sewindu Perfini dengan 8 PA (8 Pendjuru Angin) (Jakarta: Perfini, 1958).
  32. Perfini, Memperingati Sepuluh Tahun Perfini,(Jakarta: Perfini, 1960).
  33. Poesponegoro, Marwati Djoened dan Nugroho Notosusanto, Sejarah Nasional Indonesia VI (Jakarta: PN Balai Pustaka, 1993).
  34. Rosidi, Ajip ed. Asrul Sani 70 Tahun (Jakarta: Pustaka Jaya, 1997).
  35. Said, Salim, Profil Dunia Film Indonesia (Jakarta: Penerbit Grafiti Press, 1982).
  36. _________, Pantulan Layar Perak, (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1991).
  37. Sani, Asrul, “Perfini, Pemula Film Nasional” Sinema Indonesia, No. 7-Mei 1987.
  38. _________. Film Indonesia Kini : Cita-cita yang Memerlukan Alternatif Lain, (buku Informasi FFI 1983) (Jakarta : Sinematek Indonesia, 1983).
  39. Siahaan, J.E [ed]., Usmar Ismail Mengupas Film,(Jakarta: Penerbit Sinar Harapan, 1983).
  40. Sjamsul Ridwan, “Puntjak Krisis Industri Film Indonesia”, Aneka, No. 4 Th. VIII, tgl. 1 April 1957, hlm. 14.
  41. Supardi, Nunus, Kongres Kebudayaan (1981-2003) (Jakarta: Penerbit Ombak, 2007).
  42. Tahun PPFI: Dalam Perjalanan Sejarah Perfilman (Jakarta: Direktorat Jenderal RTF-Direktorat Bina Film Departemen Penerangan, 1974).
  43. Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2008).
  44. Tjasmadi, HM, Johan. 100 Tahun Sejarah Bioskop di Indonesia (Bandung: PT Megindo Tunggal Sejahtera, 2008).
  45. Usmar Ismail, “Sari Soal dalam Film-film Indonesia,” Star News, Th. III, No. 5, 25 September 1954, hlm. 30.
  46. Uchjana, Effendy Onong, Hubungan Masyarakat Suatu Studi Komunikologis (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002).