Pengaruh Penambahan Surfaktan pada Sintesis Zeolit Y Menggunakan Tetraethyl Orthosilicate (TEOS) sebagai Sumber Silika

Alfi Nurlaela -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang, Indonesia
*Sriatun Sriatun -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang, Indonesia
Pardoyo Pardoyo -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang, Indonesia
Published: 1 Aug 2011.
Open Access Copyright 2011 Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 142 109
Abstract
Zeolit alam mempunyai ukuran pori yang beragam antara 3 Å hingga 8 Å, sehingga tidak efektif untuk mengadsorpsi senyawa yang berukuran besar. Zeolit sintetik (zeolit Y) dikembangkan untuk mengatasi kelemahan dari zeolit alam. Zeolit Y dapat disintesis dengan Tetraethyl orthosilicate (TEOS) sebagai sumber silika dan surfaktan sebagai pencetak pori. Surfaktan dapat mengarahkan struktur zeolit menjadi pori yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan memperoleh zeolit Y sintetik dan mengkaji pengaruh surfaktan Cetyltrimethylammonium Bromide (CTAB) dan Trimethylammonium Chloride (TMACl) terhadap kristanilitas dan ukuran pori zeolit Y. Sintesis zeolit Y dilakukan dengan mencampurkan natrium aluminat, surfaktan dan TEOS. Perbandingan mol natrium aluminat:TEOS adalah 1:1 sedangkan konsentrasi surfaktan 1 M. Struktur dan kristalinitas zeolit Y dianalisis menggunakan FTIR (Fourier Transform Infra Red) dan XRD (X-Ray Diffraction). Sedangkan morfologi pori zeolit Y dianalisis menggunakan adsorpsi gas N2 dengan persamaan BET. Hasil karakterisasi XRD dan FTIR menunjukkan sampel MC (tanpa penambahan surfaktan) merupakan zeolit Y, sedangkan sampel MA (penambahan surfaktan CTAB) dan MB (penambahan surfaktan TMACl) merupakan campuran zeolit HS dan NAS. Sampel MC memiliki kristalinitas tertinggi sedangkan sampel MB paling rendah. Radius pori rata-rata sampel MA, MB dan MC berturut-turut adalah 13,770 Å; 14,029 Å dan 12,962 Å. Sehingga disimpulkan bawah penambahan surfaktan tidak berpengaruh signifikan terhadap ukuran pori.
Keywords
Zeolit Y; Surfaktan; CTAB; TMACl; TEOS

Article Metrics:

  1. Jens Weitkamp, Lothar Puppe, Catalysis and Zeolites, Fundamentals and Applications, Springer-Verlag Berlin Heidelberg, Berlin, 1999.
  2. Ying Zhang, Chao Jin, Yuguo Shen, Ying Cao, Wei Gao, Lishan Cui, Nonionic emulsion-mediated synthesis and characterization of Zeolite Y, Journal of Sol-Gel Science and Technology, 54, 2, (2010) 212-219 http://dx.doi.org/10.1007/s10971-010-2185-x
  3. H Faghihian, N Godazandeha, Synthesis of nano crystalline zeolite Y from bentonite, Journal of Porous Materials, 16, 3, (2009) 331-335 https://doi.org/10.1007/s10934-008-9204-0
  4. Yang Sian Chen, Jing Nang Lee, Sheng You Tsai, Chen Ching Ting, Manufacture of dye-sensitized nano solar cells and their IV curve measurements, Materials Science Forum, (2008).
  5. Yuhong Wang, Son-Ki Ihm, Guanzhong Lu, The studies of hydrodesulfurization activity over molybdenum catalysts supported on Al-MCM-41 modified by lanthanum, Reaction Kinetics and Catalysis Letters, 92, 1, (2007) 165-173 https://doi.org/10.1007/s11144-007-5061-0
  6. George G. Odian, Principles of Polymerization, 3 ed., Wiley-Interscience publication, 1991.
  7. Milton J Rosen, Joy T Kunjappu, Surfactants and interfacial phenomena, John Wiley & Sons, 2012.