Pemanfaatan Surfaktan Kationik Hasil Sublasi sebagai Molekul Pengarah pada Pembuatan Material Berpori dari Sekam Padi

Endah Wulan Juni -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang, Indonesia
*Arnelli Arnelli -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang, Indonesia
Sriatun Sriatun -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang, Indonesia
Published: 1 Apr 2012.
Open Access Copyright 2012 Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 179 456
Abstract
Penelitian pemanfaatan surfaktan kationik dari hasil sublasi sebagai molekul pengarah pada pembuatan material berpori dari sekam padi Telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi surfaktan dari hasil sublasi terhadap karakter material hasil sintesis. Proses sublasi dilakukan untuk memisahkan surfaktan kationik dari larutan dan menghasilkan surfaktan kationik dari golongan ammonium kuarterner dengan CMC (Konsentrasi Misel Kritis) 2,1 g/L. Surfaktan kationik divariasi konsentrasi yaitu di bawah CMC (M1) = 1 g/L, pada CMC (M2) = 2,1 g/L dan di atas CMC (M3) = 10,5 g/L. Hasil XRD menunjukkan bahwa hasil sintesis merupakan padatan kristal. Hasil BET menunjukkan luas permukaan, volume pori total dan radius pori dari masing-masing hasil sintesis berturut-turut adalah 7,18 m2/g; 4,21 x 10-3 cm3/g; 11,721 Å untuk M1; 9,81 m2/g; 5,66 x 10-3 cm3/g; 11,54 Å untuk M2 dan 9,06 m2/g; 5,07 x 10-3 cm3/g; 11,196 Å untuk M3. Konsentrasi surfaktan kationik pada CMC (M2) menghasilkan material berpori dengan luas permukaan dan volume pori paling tinggi relatif terhadap M1 dan M3. Komposisi mineral material hasil sintesis berupa campuran dari natrium silikat hidrat, aluminum hidrogen silikat, dan natrium hidrogen silikat hidrat. Material hasil sintesis adalah mesopori dengan diameter pori rata-rata 22 Å.
Keywords
Sublasi; Surfaktan Kationik; Sintesis material berpori

Article Metrics:

  1. Supitcha Rungrodnimitchai, Wachira Phokhanusai, Natthapong Sungkhaho, Preparation of Silica Gel From Rice Husk Ash Using Microwave Heating, Journal of Metals, Materials and Minerals, 19, 2, (2009) 45-50
  2. Margandan Bhagiyalakshmi, Lee Ji Yun, Ramani Anuradha, Hyun Tae Jang, Synthesis of Chloropropylamine Grafted Mesoporous MCM-41, MCM-48 and SBA-15 from Rice Husk Ash: Their Application to CO2 Chemisorption, Journal of Porous Materials, 17, 4, (2010) 475-484 http://dx.doi.org/10.1007/s10934-009-9310-7
  3. Septi Prihatiningsih, Sublasi Surfaktan Kationik dari Larutan Pelembut Pakaian, Departemen Kimia, Universitas Diponegoro, Semarang
  4. Raymond Peter William Scott, Silica gel and bonded phases: their production, properties, and use in LC, John Wiley & Sons Inc, 1993.
  5. Mirawaty, S. Purnomo, Y. Purwanto, Kelarutan Bahan Aluminium pada Proses Dekontaminasi Kimia Menggunakan Larutan Asam dan Basa, Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pengelolaan Limbah VIII, Pusat Teknologi Limbah Radioaktif-BATAN, (1999).
  6. Yashito Takeuchi, Pengantar Kimia, in, Tokyo: Iwanami Publishing, 2006.