Isolasi dan Identifikasi Senyawa Flavonoid dari Ekstrak Etil Asetat Rimpang Bengle (Zingiber cassumunar Roxb.)

Safira Safira -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang, Indonesia
*Enny Fachriyah -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang, Indonesia
Dewi Kusrini -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang, Indonesia
Published: 1 Apr 2012.
Open Access Copyright 2012 Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 599 423
Abstract
Telah dilakukan isolasi, identifikasi, dan uji toksisitas senyawa flavonoid dari ekstrak etil asetat rimpang bengle (Zingiber cassumunar Roxb.). Dari hasil penelitian, didapatkan rendemen ekstrak metanol sebanyak 5.75% berasal dari maserasi serbuk rimpang bengle menggunakan metanol. Ekstrak metanol yang didapat selanjutnya diekstraksi menggunakan etil asetat dan didapatkan ekstrak etil asetat sebanyak 4.8%. Hasil penapisan fitokimia rimpang bengle dan ekstrak etil asetat menunjukkan bahwa pada keduanya mengandung senyawa flavonoid, saponin, steroid dan triterpenoid. Kemudian dilakukan pemisahan senyawa flavonoid dari ekstrak etil asetat menggunakan kromatografi kolom dan KLT preparatif. Dari hasil kromatografi kolom didapatkan 8 fraksi (FA-FH). Hasil KLT preparatif fraksi D memunjukkan adanya dua senyawa flavonoid. Hasil identifikasi menggunakan UV-Vis dengan penambahan pereaksi geser diperoleh flavonoid golongan flavonol (3-OH bebas) yaitu 3,5,6,4’ tetrahidroksi flavonol flavonoid golongan auron yaitu 6,7,4’ trihidroksi auron. Hasil uji toksisitas terhadap fraksi metanol, fraksi etil asetat dan hasil kolom fraksi D masing-masing memiliki nilai LC50 berturut-turut 41,645 ppm; 56,603 ppm; 143,384 ppm sehingga ketiga hasil tersebut memiliki potensi sebagai anti bakteri.
Keywords
Zingiber cassumunar Roxb.; flavonoid; isolasi; identifikasi; uji toksisitas

Article Metrics:

  1. AG Kartasapoetra, Budidaya tanaman berkhasiat obat, PT. Bina Aksara, 1988.
  2. Y Ozaki, N Kawahara, M Harada, Anti-inflammatory Effect of Zingiber cassumunar ROXB. and Its Active Principles, Chemical & Pharmaceutical Bulletin, 39, 9, (1991) 2353-2356 http://dx.doi.org/10.1248/cpb.39.2353
  3. Anchana Chanwitheesuk, Aphiwat Teerawutgulrag, Nuansri Rakariyatham, Screening of antioxidant activity and antioxidant compounds of some edible plants of Thailand, Food Chemistry, 92, 3, (2005) 491-497 http://dx.doi.org/10.1016/j.foodchem.2004.07.035
  4. R. R. Hafidh, A. S. Abdulamir, F. A. Bakar, F. Abas, F. Jahanshiri, Z. Sekawi, Antioxidant research in Asia in the period from 2000-2008, American Journal of Pharmacology and Toxicology, 4, 3, (2009) 56-74
  5. Shinta Julia Marennu, Identifikasi dan Penentuan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Rimpang Bengle (Zingiber Cassumunar Roxb.) menggunakan Metode DPPH, Departemen Kimia, Universitas Diponegoro, Semarang
  6. S Majaw, J Moirangthem, Qualitative and quantitative Analysis of Clerodendron colebrookianum walp. leaves and Zingiber cassumunar Roxb. Rhizomes, Ethnobotanical Leaflets, 2009, 5, (2009) 3
  7. KR Markham, Cara Mengidentifikasi Flavonoid, ITB, Bandung, 1988.