Pengembangan Metode Penentuan Isoflavon Kadar Rendah dalam Limbah Cair Tahu Menggunakan Enzim NADH Oksidase

*Purbowatiningrum Ria Sarjono orcid scopus  -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University, Indonesia
Hasim Danuri scopus  -  Department Biochemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Bogor Agricultural University, Indonesia
Dyah Iswantini scopus  -  Department of Chemistry, Bogor Agricultural University, Indonesia
Published: 1 Apr 2004.
Open Access Copyright 2005 Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Citation Format:
Abstract
Penentuan isoflavon asal limbah tahu telah dilakukan.Ekstrak kasar isoflavon asal limbah tahu diperoleh dengan cara menghidrolisis menggunakan HCl 4 N diperoleh rendemen sebanyak 4,81 g/l. Kadar isoflavon diukur menggunakan metode Graham (1999) yang sebelumnya dilakukan optimasi enzim NADH oksidase diperoleh panjang gelombang optimum pada 327 nm pada suhu 350C, pH 5, konsentrasi substrat optimum 100 μM, konsentrasi enzim optimum 0,3 U/ml. Kadar isoflavon dalam limbah tahu 0,123x103 ppm sedangkan kadar isoflavon kedelai sebesar 0,5921x103 ppm. Sehingga kadar isoflavon limbah tahu adalah sebesar 20% dibanding kadar isoflavon kedelai.
Keywords: isoflavon; limbah tahu; NADH Oksidase

Article Metrics:

  1. Day RA, AL Underwood. 1989. Analisis Kimia Kualitatif. Aloysius HP, Penerjemah. Edisi kelima. Jakarta: Erlangga. Terjemahan dari: Quantitative Analysis
  2. Dixon M, EC Webb. 1979. Enzymes. 3rded. New York: Academic Press
  3. Ernita E. 1995. Identifikasi Senyawa-senyawa Isoflavon dari Limbah. [Skripsi]. Bogor: IPB jurusan kimia
  4. Graham TL, MY Graham. 1998. Release of genistein by an isoflavon-specific glucosidase activates a peroxidase-like NADH oxidase which triggers the defense competency of soybean cells. Plant Peroxidase Newsletter.1.9.38
  5. Setchell, Kenneth D.R. 2001. Bioavailability of Pure Isoflavones in Healthy Humans and Analysis of Commercial Soy Isoflavone Supplements. J.of Nutrition. 131: 1362-1375
  6. Taher A. 2003. Peran Fitoestrogen Kedelai sebagai Antioksidan Dalam Penanggulangan Aterosklerosis. [Tesis]. Bogor: IPB Program Pascasarjana

Last update: 2021-05-15 17:07:20

No citation recorded.

Last update: 2021-05-15 17:07:20

No citation recorded.