POLICY STUDY IN INDONESIA’S PATENT LEGAL SYSTEM

*V. Henry Soelistyo Budi  -  Fakultas Hukum, Universitas Pelita Harapan, Indonesia
Published: 30 Sep 2019.
Open Access Copyright 2019 LAW REFORM
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Statistics: 200 199
Abstract

The Indonesian Patent Law, which was first drafted in 1989, is quite a controversial. As a legal instrument, the Patent Law strongly reflects the monopolistic character. In fact, it raises strong resistance from the community. The cultural values of mutual cooperation become the argument for rejection and at the same time concern related to the promoting of individualistic values and culture. The problem is, as a country that projects industrialisation as the backbone of the economy, the existence of the Patent Law becomes a necessity. The Patent Law is believed to be the driving force of the industry through technological inventions. The conflict between values of the people's aspirations and the pragmatic policies of the government needs to be compromised and harmonized properly. This research is important to revisit the constellation of politics and legal policy in the establishment of the 1989 Patent Law. The research method is normative and analyze based on the perspective of responsive legal theory and the welfare state. The result of research shows that the preparation of the Patent Law has succeeded in harmonizing substantive patent norms with national interest. The politics of patent law has become the strategy in realizing national goals to build economic power through industrialisation based on technology. This rationality justifies the policy of the need for Indonesia to have a Patent Law in favor of national interests to support industry and economic development.

Keywords: Patent; Politic of Law; National Interest.

Article Metrics:

  1. Asshiddiqie, J. (2006). Teori Hans Kelsen tentang Hukum. Jakarta: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI.
  2. Azed, Abdul B. (2006). Kumpulan Konvensi Internasional HKI yang Diratifikasi Indonesia. Jakarta: Ditjen HKI dan Fakultas Hukum, Universitas Indonesia.
  3. Bainbridge, David I. (1996). Intellectual Property. London: Pitman Publishing
  4. Black, Donald. (1989). Sociological Justice. UK: Oxford University Press.
  5. Cornish, W. R. (1990). Materials on Intellectual Property. United Kingdom: ESC Publishing Limited.
  6. Correa, Carlos M. (2000). Intellectual Property Rights, the WTO and Developing Countries, The TRIPS Agreement and Policy Options. Penang Malaysia: TWN.
  7. Kusuma, M. (2009). Menyelami Semangat Hukum Progresif: Terapi Paradigmatik Bagi Lemahnya Hukum Indonesia. Yogyakarta: AntoniLib Indonesia.
  8. Mahfud MD, M. (2001). Politik Hukum di Indonesia. Jakarta: Pustaka LP3ES.
  9. Marzuki, Peter M. (2007). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
  10. Marzuki, Peter M. (2008). Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
  11. Mertokusumo, S. (1990). Ihktisar Perkuliahan Teori Hukum. Yogyakarta: Program Pascasarjana Ilmu Hukum, Universitas Gadjah Mada.
  12. Natabaya, H.A.S. (2006). Sistem Peraturan Perundang-undangan Indonesia. Jakarta: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI.
  13. Nonet, Philippe, & Selznick, Philip. (1978). Hukum Responsif, diterjemahkan dari buku Philippe Nonet dan Philip Selznick, Law and Society in Transition: Toward Responsive Law. New York: Harper & Row.
  14. Poltorak, Alexander I & Lerner, Paul J. (2002). Essensial of Intellectual Property. New York: John Willey & Sons Inc.
  15. Purwaningsih, E. (2005). Perkembangan Hukum Intellectual Property Right: Kajian Hukum terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual dan Kajian Hukum Paten, Bogor: Ghalia Indonesia.
  16. Rahardjo, S. (2006). Ilmu Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.
  17. Ramli, Ahmad A. (2018). Hak Cipta Disrupsi Digital Ekonomi Kreatif. Bandung: Alumni.
  18. Uenger, Roberto M. (2007). Teori Hukum Kritis: Posisi Hukum dalam Masyarakat Modern. Bandung: Nusa Media.
  19. Panggabean, Mompang L. (2017). Interpretasi Asimetris Pertanggungjawaban Pidana Korporasi di Indonesia: Kajian Putusan Nomor 862 K/Pid.Sus/2010. Jurnal Dictum: Jurnal Kajian Putusan Pengadilan, Vol.12 (No.1, Maret), pp. 25-43.
  20. Hongsong, Song. (2016). Patent as a Development Target? Dilemma of China’s Patent-Indicated Innovation Incentive Strategy. The Wipo Journal: Analysis of Intellectual Property Issues, Vol.8,(No.1, Agustus), pp. 87-96.
  21. Mahendra, AA. Oka. (2005). Program Legislasi Nasional Instrumen Perencanaan Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Jurnal Legislasi Nasional, Vol. 2 (No. 1, Maret), pp. 27-37.
  22. Mercurio, B. (2012). The Protection and Enforcement of Intellectual Property in China since Accession to the WTO: Progress and Retreat. Jurnal China Perspectives, Vol. (No.2012/1, Maret), pp. 23-28.
  23. Nasir, R. (2016). Paten dalam Proses Produksi: Tinjauan Hak yang Melekat pada Inventor. Jurnal Hukum Positium, Vol.1,(No.1, Desember), pp. 141-149.
  24. Purnomo, Agung. (2017). Rekonstruksi Tuntutan Pidana yang Responsif dalam Sistem Peradilan Pidana. Jurnal IUS: Kajian Hukum dan Keadilan, Vol. V (No.3, Dember), pp. 353-363
  25. Ramli, Tasya Safiranita., & Putri, Sherli Ayuna. (2018). Tinjauan Hukum Perbedaan Pengalihan Hak Paten dengan Perjanjian Lisensi pada Hukum Perdata. Dialogia Iuridica: Jurnal Hukum Bisnis dan Investasi, Vol. 10, (No. 1, November), pp. 96-100
  26. Sardjono, Agus. (2011). Culture and Intellectual Property Development in Indonesia. Indonesia Law Review, Vol.3,(No.1, September), pp. 237-252.
  27. Sirait, Yohanes Hermanto., & Tiopan, Damson. (2018). Politik Hukum Pengaturan Profesi Perawat dalam Upaya Standardisasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Jurnal IUS: Kajian Hukum dan Keadilan, Vol. VI, (No.1, April), pp. 91-109
  28. Charda S, U. (2017). Makna Negara dan Konstitusi dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial Bagi Warga Negara Indonesia. Jurnal Law Review, Vol. XVI (No.3, November), pp. 425-451
  29. Sitorus, W. (2014). Kepentingan Umum dalam Perlindungan Paten. Jurnal Yuridika, Vol.29,(No.1, Januari-April), pp.39-60.
  30. Utomo, Tomi S. (2009). The Pharmaceutical Patent Protection Impact on Indonesia Drugs Price. Jurnal Mimbar Hukum, Vol.21, (No.3, Oktober), pp. 426-441.
  31. Yudo, S. (2016). Perlindungan Hak Paten. Jurnal Fiat Justisia, Vol.10 (No.4, Oktober-Desember), pp.697-714.
  32. Mertokusumo, S. (2007). Teori Hukum. Bahan Kuliah Program Magister Hukum Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
  33. Darusman, Yoyon M. (2016). Kedudukan Serta Perlindungan Hukum Bagi Pemegang Hak Paten Dalam Kerangka Hukum Nasoinal Indonesia dan Hukum Internasional. Yustisia, Vol.5, (No.1), pp.202-215.
  34. Burger, Warren E. (1980). US Supreme Court Cases and Opinions (Diamond V. Chakrabarty), Vol 447U.S.303.Retreivedfrom http://supreme.justia.com/us/447/303/ case.html,
  35. Wahyudi, E. (2013). Pengertian Kreatif dan Inovatif (Understanding of Creative and Innovative). Retreived from https://www.kompasiana.com/ ekogenshter/552feef86ea834b36b8b45ac/pengertian-kreatif-dan-inovatif
  36. Undang-undang No.13 Tahun 2016 tentang Paten.
  37. Undang-undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
  38. Undang-undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
  39. Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
  40. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.
  41. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  42. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten; (yang menggantikan Undang-undang Nomor 13 Tahun 1997 dan Undang¬-undang Nomor 6 Tahun 1989 tentang Paten).
  43. Undang-undang Nomor 13 Tahun 1997 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 6 Tahun 1989 tentang Paten.
  44. Undang-undang No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan.
  45. Undang-undang No. 7 Tahun 1994 tentang Pengesahan Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia (Agreement Establishing the World Trade Organization).
  46. Undang-undang Nomor 6 Tahun 1989 tentang Paten.
  47. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta.
  48. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1961 tentang Merek Perusahaan dan Merek Perniagaan.
  49. Peraturan Pemerintahan No. 28 Tahun 2004 tentang Keamanan Pangan.