PENGARUH PERBEDAAN BAHAN PENYAMAK TERHADAP KUALITAS KULIT IKAN PARI MONDOL (Himantura gerrardi) TERSAMAK The Effect of Different Tanning Materials towards Leather Quality of Tanned Mondol Stingray (Himantura gerrardi)

*Tika Kusmaryanti -  Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ratna Ibrahim -  Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Putut Har Riyadi -  Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 25 Feb 2016.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 764 8938
Abstract

 

Usaha penyamakan kulit ikan Pari umumnya dilakukan oleh usaha kecil menengah dan hanya menggunakan metode aldehid dengan bahan samak formalin, Selain itu juga belum diketahui kualitas kulit ikan Pari Mondol tersamak yang menggunakan bahan samak krom. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan penggunaan jenis bahan penyamak terhadap kualitas fisik dan kimiawi kulit ikan Pari Mondol tersamak. Materi penelitian berupa kulit ikan Pari Mondol (Himantura gerrardi) dan bahan samak. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental laboratoris. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan bahan samak yang berbeda, yaitu formalin, krom, dan kombinasi. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Variabel mutu yang diamati adalah kekuatan tarik, kemuluran, kekuatan sobek, ketebalan, suhu kerut, ketahanan bengkuk (bengkok), pH dan kadar air. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan perbedaan diantara perlakuan diuji dengan Uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan bahan penyamak menyebabkan pengaruh nyata terhadap nilai kekuatan tarik, kekuatan sobek dan ketebalan tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap nilai pH, kadar air dan ketahanan bengkuk. Produk yang terbaik yaitu kulit ikan Pari Mondol yang disamak dengan bahan samak kombinasi antara krom dan mimosa, yang sebagian persyaratan mutunya sudah memenuhi persyaratan mutu kulit ikan Pari tersamak menurut SNI 06-6121-1999.

 

Kata kunci: Kualitas, kulit Ikan Pari, penyamak

 

 

ABSTRACT

 Meanwhile the quality of Stingray tanned leather which using chrome tannin materials was not yet known. This research aims to determine the effect of different types used tannin materials towards physical and chemical quality of Stingray leather quality. The materials used in this research isStingray (Himantura gerrardi) skin and tannin materials. The study was conducted with laboratory experimental method. The experiments was designed according to the Randomized Block Design with different tanning materials (formalin, chrome, and chrome-combination). Each treatment was done with in triplicate. The quality variables that measured were tensile strength, elongation, tear strength, thickness, shrinkage temperature, bent resistance, pH and moisture content. Data were analyzed using Analysis of Variance. To find the difference between treatments, the data were tested with Honestly Significant Difference Test . The results showed that various of tannin materials gave significant effects to the values of tensile strength, tear strength and thickness however there was not any significant effect on bent resistance, moisture content and pH value. The best product were Stingray tanned leather with chrome-combination tannin material, which partially quality requirements has been comply with Stingray tanned leather quality requirements according to SNI. Keywords: Quality, stingray skin, tanning
Keywords
Kualitas; kulit Ikan Pari; penyamak

Article Metrics:

  1. Astrida, M., L. Sahubawa dan Ustadi. 2008. Pengaruh Jenis Bahan Penyamak Terhadap Kualitas Kulit Ikan Nila Tersamak. Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan. 1(1): 100-110.
  2. Badan Standarisasi Nasional.1999.Standar Nasional Indonesia Tentang Mutu Kulit Ikan Pari Untuk Barang Kulit.SNI-06-6121-1999. Jakarta
  3. BASF. 2003. Pocket Book for the Leather Technologist. Ludwigshafen, Germany.
  4. BBKKP. 2009. Panduan Teknis Teknologi Penyamakan Kulit Ikan. Kanisius, Yogyakarta.
  5. Covington, T. 2009. Tanning Chemistry The Science of Leather. The Universty of Northampton, UK.
  6. Gustavson, K.H. 1998. The Chemistry and Reactivity of Collagen. Academic. New York.
  7. Indaryati, T. 2001. Kualitas Kimia dan Organoleptik Kulit Jadi yang Berasal dari Kulit Biawak Awet Garam dengan Berbagai Bahan Bating. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
  8. Judoamidjodjo, R. M. 1984. Teknik Penyamakan Kulit Untuk Pedesaan. Penerbit Angkasa, Bandung.
  9. Kurniani, A.G. 2007. Pengaruh Metode Pengawetan Kulit Mentah Terhadap Kualitas Kulit Pari Tersamak. Perikanan UGM Press, Yogyakarta.
  10. Lehninger, A.L. 1997. Dasar-Dasar Biokimia. Jilid I. Erlangga, Jakarta.
  11. Lutfie, S. dan Sumarni, 1993. Penyamakan Kulit Itik. Proceedings Simposium Nasional Perkulitan. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Industri Barang Kulit, Karet dan Plastik, Yogyakarta.
  12. Mann, I. 1990. Rural Tanning Techniques. Food and Agricultural Organization of The Limited Nation, Rome.
  13. Mustakim, A.S. Widati dan S.A. Deni. 2006. Pengaruh Persentase Penggunaan Kuning Telur Ayam Ras Dalam Proses Peminyakan Terhadap Kekuatan Sobek Lidah, Keretakan Rajah Dan Kadar Lemak Cakar Ayam Pedaging Samak Kombinasi (Khrom-Nabati). Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak. 1(1): 5-11.
  14. Mustakim, A.S. Widati dan P. Lisa. 2007. Tingkat Persentase Tannin pada Kulit Kelinci Samak Berbulu Terhadap Kekuatan Jahit, Kekuatan Sobek dan Kelemasan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak. 2 (1) :26-34.
  15. Mustakim, T. Imam dan A. Ipik. 2007. Tingkat Penggunaan Bahan Samak Chrome pada Kulit Kelinci Samak Bulu Ditinjau dari Kekuatan Sobek, Kekuatan Jahit, Penyerapan Air dan Organoleptik. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak. 2(2): 14-27.
  16. Novenra, A.D., 2003. Studi Kelayakan Pendirian Industri Penyamakan Kulit Ikan Pari di Kabupaten Bogor. Institut Pertanian Bogor, Bogor [Skripsi].
  17. Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap. 2011. Statistik Perikanan Tangkap Indonesia.Kementrian Kelautan dan Perikanan, Jakarta.
  18. Pertiwiningrum, A., Sahubawa L., dan Muhammad A. R.2004. Kajian Pengaruh Bahan Penyamak Alami (Mimosa) Terhadap Kualitas Kulit Pari Tersamak. Fakultas Pertanian. Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. [Skripsi].
  19. Purnomo, E. 1985. Pengetahuan Dasar Teknologi Penyamakan Kulit. Akademi Teknologi Kulit, Yogyakarta.
  20. Purnomo, E. 1991. Penyamakan Kulit Reptil. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.
  21. Purnomo, E.1992.Penyamakan Kulit Kaki Ayam. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.
  22. Purnomo, E. 1997. Teknologi Penyamakan Kulit 2. Akademi Teknologi Kulit. Yogyakarta.
  23. Purnomo, E. 2001. Penyamakan Kulit Reptil. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.
  24. Purnomo, E. 2002. Penyamakan Kulit Ikan Pari. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
  25. Raharjo, Y. 1990, Kulit Bulu Kelinci Rex: Kualitas dan Potensinya dalam Industri Kulit. HAKTKI.Yogyakarta.
  26. Rohman, N.S. 2002. Kualitas Fisik dan Kimia Kulit Samak Minyak (Chamois Leather) dari Kelinci Lokal dengan Bahan Samak dan Lama Penyamakan yang Berbeda.IPB. Bogor. [Skripsi].
  27. Untari, S. 2000. Pemanfaatan Limbah Perikanan Untuk Komoditi Limbah Industri Balai Besar Kulit Karet dan Plastik. Kanisius, Yogyakarta
  28. Untari, S., Jayusman dan Nainggolan. 2005.Berbagai Macam Bahan Penyamak (Mineral, Nabati dan Sintetis) untuk Penyamakan Kulit Skrotum Domba.Kumpulan Makalah Sri Untari.Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Industri Barang Kulit, Karet dan Plastik, Yogyakarta.
  29. Untari, S., K. Emiliana dan W.R.D. Suliestyah . 2009. Panduan Teknis Teknologi Penyamakan Kulit Ikan. Balai Besar Kulit Karet dan Plastik, Yogyakarta.
  30. Widowati. 1991. Penelitian Permanfaatan Kulit Ikan Pari.Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Industri Barang Kulit, Karet dan Plastik.Yogyakarta.