POTENSI OLIGOCHITOSAN SEBAGAI EDIBLE COATING PADA ANGGUR LAUT (Caulerpa lentillifera) (The Potential of Oligochitosan as an Edible Coating of Sea Grape (Caulerpa lentillifera))

*Gede Ari Yudasmara  -  Universitas Pendidikan Ganesha, Indonesia
Received: 26 Aug 2019; Published: 22 Aug 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Caulerpa lentillifera merupakan edible seaweed yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dikonsumsi dalam bentuk segar maupun bentuk olahan. Namun, Caulerpa lentillifera sangat mudah rusak dan memiliki umur simpan yang singkat pada proses pasca panen. Agar penurunan mutu dan masa jualnya dapat diperpanjang, maka diperlukan upaya untuk dapat menghambat kerusakannya. Pemberian lapisan tipis oligochitosan pada bagian permukaan Caulerpa lentillifera, merupakan salah satu upaya yang dapat diterapkan, mengingat oligochitosan adalah turunan dari chitosan yang sudah dikenal luas sebagai  pengawet alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelapisan oligochitosan dengan konsentrasi yang berbeda terhadap daya simpan Caulerpa lentillifera pasca panen. Bahan oligochitosan yang digunakan berupa cairan yang kemudian dilarutkan pada air laut steril untuk setiap konsentrasi perlakuan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan yaitu P1 (pencelupan oligochitosan 0,25%), P2 (oligochitosan 0,5%), P3 (oligochitosan 0,75%) dan P0 tanpa pencelupan (kontrol) dengan menggunakan 100-gram Caulerpa lentillifera pada setiap ulangannya sebanyak 3 kali masing-masing selama 7 detik, kemudian ditiriskan dan disimpan ke dalam wadah plastik transparan tertutup pada ruangan bersuhu 20-25oC. Parameter yang diamati adalah warna, tekstur, aroma dan bobot setelah perlakuan yang dianalisis melalui uji organoleptik dan penimbangan bobot setiap hari selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pelapisan oligochitosan secara positif dapat memperpanjang masa simpan dan mampu mempertahankan mutu Caulerpa lentillifera saat pasca panen, selama P0 (3 hari); P1 (4 hari); P2 (5 hari); dan P3 (3 hari). Kadar oligochitosan 0,5% (P2) merupakan kadar yang optimal dalam memperpanjang daya simpan dan mampu mempertahankan karakteristik fisik Caulerpa lentillifera selama 5 hari penyimpanan.

 

Caulerpa lentillifera is edible seaweed with a high economic value which is consumed in a great number both as fresh and processed food. However, it spoils easily and has a very short storage life time in the post-harvest process. In order to stop the degradation of its quality and to prolong its sale time, then there is a need to stop its spoilage. Coating the surface part of Caulerpa lentillifera with a thin oligochitosan layer is one of the efforts that can be used, considering oligochitosan is a chitosan derivative which is widely known as a natural preservative. This study aimed at finding out the effect of the use of oligochitosan covering with different concentrations on the storage lifetime of post-harvest Caulerpa lentillifera. This study used oligochitosan liquid which was dissolved in sterile water in each treatment concentration. This study used an experimental method using 4 (four) treatments: P1 (coating with 0.25% oligochitosan, P2 (coating with 0.5% oligochitosan), P3 (coating with 0.75% oligochitosan) and P0 without coating (control) by using 100 gram of Caulerpa lentillifera at each repetition for 7 seconds and then the Caulerpa lentillifera was drained and stored in a closed transparant plastic container at the room temperature of 20-25 oC. The parameters that were observed were color, texture, aroma, and weight after treatments which were analyzed through the organoleptic test and the weights were measured every day for 7 days. The result showed that the application of the oligochitosan coating positively lengthens the storage lifetime and is able to maintain the quality of the post-harvest Caulerpa lentillifera, with PO (for 3 days); P1 (for 4 days); P2 (for  5 days); and P3 (for 3 days). The 0.5% (P2) Oligochitosan content is the optimal content in lengthening the storage lifetime and is able to maintain the physical characteristics of Caulerpa lentillifera for 5 days storage

 

Keywords: Caulerpa lentillifera; edible coating; oligochitosan; pasca panen.

Article Metrics:

  1. Afrianti, L.H. 2013. Teknologi Pengawetan Pangan. Alfabeta. Bandung
  2. Baldwin, E.A., Hagenmaier, R and Bai, J. 2012. Edible Coating and Films to Improve Food Quality. Second Edition. CRC Press. Taylor and Francis Group. 417 hlm
  3. Bautista-Baños, S., Hernández-Lauzardo, A.N., Velázquez-del Valle, M.G., Hernández-López, M., Ait Barka, E., Bosquez-Molina, E. and Wilson, C.L. 2006. Chitosan as a Potential Natural Compaound to Control Pre and Postharvest Diseases of Horticultural Commodities. Corp Protection. 25(2): 108-118
  4. Candra, C dan Puspitasari, F. 2013. Karakteristik Fisiko-Kimia Kitosan dan Oligo Kitosan Kulit Udang (Litopenaeus vannamei). Fish Scientiae. 3(6): 79-86
  5. Fadilah, S. 2015. Petunjuk Teknis Teknologi Produksi Bibit Rumput Laut Gracilaria gigas dengan Metode Kultur Jaringan. Loka Riset Budidaya Rumput Laut. Gorontalo
  6. Galed, G., Fernandez-Valle, M. E., Martinez, A and Heras, A. 2004. Application of MRI Monitor the Process of Ripening and Deday in Citrus Treated With Chitosan Solutions. Magnetic Resonance Imaging. 22:127-137
  7. Galgano, F. 2015. Biodegradable Packaging and Edible Coating for Fresh-Cut Fruits and Vegetables. Italian Journal of Food Science. 27(1): 1 - 20
  8. Gardjito, M dan Swasti, Y.R. 2018. Fisiologi Pascapanen Buah dan Sayur, Gadjah Mada University Press. 271 hlm
  9. Ghaouth, A.E., Ponnampalan, R., Castaigne, F and Arul, J. 1992. Chitosan Coating to Extend Storage Life of Tomatoes. Hortscience. 27(9):1016-1018
  10. Herawati, H. 2008. Penentuan Umur Simpan Pada Produk Pangan. Jurnal Litbang Pertanian. 27(4): 124-130
  11. Hilma, H., Fatoni, A dan Sari, P.D. 2018. Potensi Kitosan sebagai Edible Coating pada Buah Anggur Hijau (Vitis vinifera Linn). Jurnal Penelitian Sains. 20(1): 25-29
  12. Jesmin, S., Al-Jubayer, A., Debnath, T., M M Islam, J., Rahaman, M.S., Kamal, A.H.M., Rahaman, M.S., Saifur, M., Kabir, S.E and A khan, M. 2018. Edible Transparent Coating of Irradiated Oligo-Chitosan to Preserve Aesthetic View and Taste of Litchi Fruit. Journal Food and Microbiology. 2(1): 6-11
  13. Kader, A. A. 2002. Postharvest Biology and Technology : Technology of Horticultural Crops. University of California. Devision of Agriculture and Natural Resources
  14. Karina, A.R., Trisnowati, S dan Indradewa, D. 2012. Pengaruh Macam dan Kadar Kitosan Terhadap Umur Simpan dan Mutu Buah Stroberi (Fragraria x ananassa Duch.). Jurnal Vegetalika. 1(2): 21-30
  15. Minh, N.P., Nhi, T.T.Y, Tuyen, L.K, Phi, T.H, Khoa, D.T, and Thuan, T.Q. 2019. Technical Factors Affecting Seagrape (Caulerpa lentillifera) Production by Cultivation and Its Stability By Post-Harvest Treatment. Journal of Pharmaceutical Sciences and Research. 11(3): 783-786
  16. Novita, M., Satriana, S., Martunis, M., Rohaya, S dan Hasmarita, E. 2012. Pengaruh Pelapisan Kitosan Terhadap Sifat Fisik dan Kimia Tomat Segar Pada Berbagai Tingkat Kematangan. Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia. 4(3):1-8
  17. Nursandi, N.M.N.J. 2014. Karakteristik Kimiawi Rumput Laut Lokal (Caulerpa sp.) dan Potensinya Sebagai Sumber Antioksidan. Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Teknologi Pertanian Polinela. 577-584
  18. Pureta, J.D.P. 2017. Pemanfaatan Kitosan Cair Sebagai Edible Coating Terhadap Buah Stroberi (Fragaria Sp.) Selama Penyimpanan. Program Studi Teknologi Pangan. Fakultas teknik. Universitas Pasundan. Bandung
  19. Ramadhan, L.O.A.N, Radiman, C.L., Wahyuningrum, D., Suendo, V., Ahmad, L.O dan Valiyaveetiil, S. 2010. Deasetilasi Kitin Secara Bertahap dan Pengaruhnya Terhadap Derajat Deasetilasi serta Masa Molekul Kitosan. Jurnal Kimia Indonesia. 5(1): 17-21
  20. Sitorus, R.F., Karo-Karo, T dan Lubis, Z. 2014. Pengaruh Konsentrasi Kitosan Sebagai Edible Coating dan lama Penyimpanan Terhadap Mutu Buah Jambu Biji Merah, Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian. 2(1): 37-46
  21. Soekarto. 1985. Penilaian Organoleptik. Pusat Pengembangan Teknologi Pangan. IPB Press, Bogor
  22. Surianta. 2011. Sifat Fisik dan Daya Simpan Buah Markisa Kuning yang Dilapisi Kitosan. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor
  23. Yudasmara, G.A. 2014. Budidaya Anggur Laut (Caulerpa racemosa) Melalui Media Tanam Rigid Quadrant Nets Berbahan Bambu. Jurnal Sains dan Teknologi. 3(2): 468-473
  24. Zhang, H., Li, R and Liu, W. 2012. Effects of Chitin and Its Derivative Chitosan on Postharvest Decay of Fruits: A Review. International Journal of Molecular Sciences. 12: 917-934

Last update: 2021-03-03 14:25:29

No citation recorded.

Last update: 2021-03-03 14:25:29

No citation recorded.