skip to main content

ANALISIS KUALITAS LINGKUNGAN DAN PRODUKTIVITAS TAMBAK BUDIDAYA UDANG WINDU SISTEM TEKNOLOGI TRADISIONAL DI KABUPATEN BULUNGAN

*Muhammad Amien H scopus  -  Universitas Borneo Tarakan, Indonesia
Widiatmaka widiatmaka scopus  -  Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Indonesia
Kukuh Nirmala  -  Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Indonesia
Setyo Pertiwi  -  Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Indonesia
Wiwin Ambarwulan  -  Badan Informasi Geospasial (BIG), Bogor, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Tambak sebagai media terkontrol yang digunakan untuk memelihara atau membesarkan udang harus memenuhi persyaratan kelangsungan hidup dan pertumbuhan udang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor kualitas lingkungan tambak yang berpengaruh terhadap produktivitas tambak budidaya udang windu sistem teknologi tradisional di Kabupaten Bulungan. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-April 2019. Penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda dan pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil uji simultan bahwa variabel suhu, salinitas, pH air, alkalinitas, kesadahan, oksigen terlarut, fospat air, besi air, pH tanah, bahan organik tanah, karbon organik tanah, fospat tanah, amonia tanah, nitrit tanah, nitrat tanah, kalium tanah, dan besi tanah berpengaruh terhadap produktivitas tambak sebesar 128,347 kg/ha/siklus. Sedangkan uji parsial diperoleh 8 variabel yang berpengaruh langsung terhadap produktivitas tambak udang yaitu pH air, alkalinitas, kesadahan, besi air, pH tanah, bahan organik tanah (BO), karbon organik tanah, dan amonia tanah.

Pond as a controlled medium used to raise or raise shrimp must meet requirements for survival and growth of shrimp. This study aims to analyze the quality factor pond environment that affects the productivity of tiger shrimp ponds in the Bulungan Regency. The implementation of this research was carried out in February-April 2019. This study used the regression method multiple linear and sampling is done by purposive sampling method. Based on the results of the simultaneous test that the variables of temperature, salinity, water pH, alkalinity, hardness, dissolved oxygen, water phosphate, water iron, soil pH, material soil organics, soil organic carbon, soil phosphate, soil ammonia, soil nitrate, soil nitrate, soil potassium, and soil iron have a major effect on the productivity of ponds by 128,347 kg/ha/cycle. While the partial test obtained 8 variables that directly affect the productivity of shrimp ponds, namely water pH, alkalinity, hardness, water iron, soil pH, soil organic matter (BO), soil organic carbon, and soil ammonia.

 

Fulltext View|Download
Keywords: kualitas lingkungan; produktivitas; tambak; tradisional; udang windu
Funding: Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI

Article Metrics:

  1. Amin, M., Hendrajat, E. H. (2012). Penggunaan pupuk organik kotoran sapi pada budidaya udang windu (Penaus monodon) dengan dosis pupuk berbeda. Seminar nasional tahunan IX hasil penelitian perikanan dan kelautan. 1-6 hlm
  2. Anderson, DR., Williams, TA., Camm, JD., Sweeney, JD., Cochran, JJ. 2017. Statistics for Bussiness and economics 13e. 1090 p
  3. Arief, M., Mahasri, G., Mukti, A. T. (2005). Peningkatan hasil panen udang pada budidaya udang tradisional di Desa Permisan Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo untuk mengurangi waktu panen menggunakan Metode Best Management Practice (BMP). Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 7(1),17-23
  4. Arifin, Z., Adiwidjaya, D., Komarudin, U., Nur, A., Susanto, A., Taslihan, K A., Mardjono, M., Sutikno, E., Supito, Latief, M. S. 2007. Penerapan Best Management Practices (BMP) pada budidaya udang windu (penaeus monodon Fabricius) intensif. Departemen Kelautan Dan Perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau Jepara. 77 hlm
  5. Arsad, S., Afandy, A., Purwadhi, A. P., Maya, V. B., Saputra, D. K., Retno, N. (2017). Studi kegiatan budidaya pembesaran udang vaname vannamei (Litopenaeus vannamei) dengan pemeliharaan berbeda. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. 1-14 hlm
  6. Asaf, R., Ratnawati, E., Mustafa, A. (2015). Analisis pengaruh faktor lingkungan budidaya tambak terhadap produktivitas tambak di Kecamatan Tayu Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur. hlm 789- 800
  7. Avnimelech, Y., Ritvo, G. (2003). Shrimp and fish pond soils: processes and management. Aquaculture, (220),549-567. doi: 10.1016/S0044-8486(02)00641-5
  8. Bahri, S., Indra., Muyassir. (2014). Kualitas lahan tambak dan sosial ekonomi pada budidaya udang dan ikan di Kecamatan Seunuddon Kabupaten Aceh Utara. Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan, 3(1),412-420
  9. Boyd, C.E. (1998). Pond water aeration systems. Aquacultural Engineering. (18): 9-40
  10. Boyd C. E, Wood C. W, Thunjai T. (2002). Aquaculture pond bottom soil quality management. Pond Dynamics/Aquaculture Collaborative Research Support Program Oregon State University, Corvallis. 45 p
  11. Budiardi, T., Muluk, C., Widigdo, W., Praptokardiyo, K., Soedharma, D. (2008). Tingkat pemanfaatan pakan dan kelayakan kualitas air serta estimasi pertumbuhan dan produksi udang vaname (Litopenaeus vannamei, boone 1931) pada sistem intensif. Jurnal Ilmu-ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia. (15)2,109-116
  12. Chrisyariati, I., Hendrarto, B., Suryanti. (2014). Kandungan nitrogen total dan fosfat sedimen mangrove pada umur yang berbeda di lingkungan pertambakan Mangunharjo, Semarang. Diponegoro Journal of Maquares, 3(3),65-72
  13. Davis, D. A., Samocha, T. M., Boyd, C. E. (2004). Acclimating pacific white shrimp, litopenaeus vannamei, to inland, low-salinity waters. Southern Regional Aquaculture Center (SRAC), SRAC Publication No. 2601
  14. Djunaedi, A., Susilo, H., Sunaryo. (2016). Kualitas air media pemeliharaan benih udang windu (Penaeus monodon Fabricius) dengan sistem budidaya yang berbeda. Jurnal Kelautan Tropis November, 19(2),171-178
  15. DKP [Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Utara. (2016). Potensi dan ancaman budidaya udang windi di Kalimantan Utara. 27 hlm. (Tidak dipublikasikan)
  16. Effendi, H. (2003). Telaah kualitas air bagi pengelolaan sumber daya dan lingkungan perairan. Kanisius. 255 hlm
  17. Erawan, M. T. F., Mustafa, A., Oetama, D., Purnama, M. F., Pratikino, A. G., Wahidin, L. O. (2021). Studi kesesuaian tambak udang windu (Penaeus monodon) di Desa Oensuli Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara. J. Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 13(1),141-150
  18. Ernawati, Rochmady. (2017). Pengaruh pemupukan dan padat penebaran terhadap tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan post larva udang vaname (Litopenaues vannamei). Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, 1(1),1-10. doi.org/10.29239/j.akuatikisle.1.1.1-10
  19. Ghozali, I. (2016). Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23. Edisi 8. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro
  20. Hamzah., Jumriadi., Asa’at., Fauzia. (2020). Kasus nekrosis kaki renang udang pada tambak tradisional yang mengaplikasikan probiotik. Journal of Aquatropica Asia, 5(1),9-15
  21. Hasnawi., Mustafa, A. (2010). Karakteristik, Kesesuaian, Dan Pengelolaan Lahan Untuk Tambak Budidaya di Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan. J. Ris. Akuakultur, 5(3);449-463
  22. Hastuti, Y.P. (2011). Nitrifikasi dan denitrifikasi di tambak. J. Akuakultur Indonesia, 10(1),89-98
  23. Hendrajat, E. A., Ratnawati, E., Mustafa, A. (2018). Penentuan pengaruh kualitas tanah dan air terhadap produksi total tambak polikultur udang vaname dan ikan bandeng di Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur melalui aplikasi analisis jalur. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 10(1),179-195
  24. Hidayanto, M., Heru W, A., Yossita, F. (2004). Analisis tanah tambak sebagai indicator tingkat kesuburan tambak. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 7(2),180-186
  25. Hukom, V., Kusumastanto, T., Djokosetyanto, D. (2013). Efisiensi Ekonomi dan Kelayakan Bisnis pada Sistem Budidaya di Pesisir Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Jurnal Aplikasi Manajemen, 11(4),585-594
  26. Ikbal, M., Agussalim, A., Fauziyah. (2019). Evaluasi status kesesuaian lahan tambak udang vaname (Litopenaeus vannamei) menggunakan sistem informasi geografis (sig) di tambak bumi pratama mandira Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Maspari journal, 11(2),69-78
  27. Ilman, M., Wiharyanto, D., Desyana, C. (2009). Kajian dasar budidaya udang di Pesisir Kalimantan Timur Bagian Utara. [WWF-Indonesia]. 35 hlm
  28. Indra, Safrida, Marsudi, E., Zikri, I. (2019). Analysis of production and input efficiency of tiger shrimp pond in Aceh Jaya district, Indonesia. Earth and Environmental Science, (425), 012059. doi: 10.1088/17551315/425/1/012059
  29. Imamah, L. I., Hartoyo, S. Y., Syaukat., Utami, S. K. (2013). Total faktor produktivitas usahatambak terkait dengan polutan tambak di Kabupaten Karawang. J. Agribisnis, 7(1), 35-58
  30. Isdarmawan, N. (2005). Kajian tentang pengaturan luas dan waktu bagi degradasi limbah tambak dalam upaya pengembangan tambak berwawasan lingkungan di Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan. Tesis Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro. 111 hlm
  31. KLHK [Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan]. (2016). Petunjuk teknis pemantauan kualitas air laut. 196 hal
  32. Kumar, P., Jetani, K. L., Yusuzai, S. I., Sayani, A. N., Dar, S. A., Rather, M. A. (2012). Effect of sediment and water quality parameters on the productivity of coastal shrimp farm. Advances in applied science research, 3 (4),2033-2041
  33. Kurniawan, A. 2019. Dasar-Dasar analisis kualitas lingkungan. Wineka Media. 262 hal
  34. Madenjian, C.P. (1990). Patterns of oxygen production and consumption in intensively managed marine shrimp ponds. Aquaculture and Fisheries Management, 21,407-417
  35. Mangampa, M., Burhanuddin. (2014). Uji Lapang Teknologi Polikultur Udang Windu (Penaeus Monodon Fabr.), Ikan Bandeng (Chanos Chanos Forskal) Dan Rumput Laut (Gracilaria Verrucosa) Di Tambak Desa Borimasunggu Kabupaten Maros. Jurnal Saintek Perikanan, 10(1), 30-36
  36. Matias, H. B., Yusoff, F. M., Shariff, M., Azhari, O. (2002). effects of commercial microbial products onwater quality in tropical shrimp culture ponds. Asian Fisheries Science, (15), 239-248
  37. Mustafa, A., Sammut, J. (2007). Effect of different remediation techniques and dosages of phosphorus fertilizer on soil quality and klekap production in acid sulfate soil affected aquaculture ponds. Indonesian Aquaculture Journal, 2(2), 141-157
  38. Mustafa, A., Hasnawi., Athirah, A., Sommeng, A., Ali, S. A. (2014). Karakteristik, kesesuaian, dan pengelolaan lahan untuk budidaya di tambak Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo. J. Ris. Akuakultur, 9(1), 135-149
  39. Nirmala K, Yuniar E, Budiardi T. (2005). Produktivitas dan parameter kimia dasar tambak budidaya udang windu Penaeus monodon Fab. berumur 1 dan 3 tahun. J. Akuakultur Indonesia, 4(1), 5-11
  40. Nugra, B., Wardiyanto., Supono. (2019). Evaluation of the pond sediment quality of black tiger shrimp (Penaeus monodon) cultivation in Margasari Village Labuhan Maringgai District Lampung Timur Regency. E-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan, 7(2), 859-868
  41. Nurhidayah, Tompo, A., Susianingsih, E. (2012). Pengelolaan Parameter kualitas air di tambak budidaya udang windu dengan aplikasi probiotik, bakteri dan herbal. Seminar Nasional. Vol. 9,1-7
  42. Pantjara B, Mangampa M, Syah R. (2010). Budidaya udang windu, Penaeus monodon pada tambak tanah sulfat masam di Tarakan, Kalimantan Timur (sekarang Utara). J. Fish. Sci, 12(1), 1-10
  43. Pantjara, B., Nessa, M. N., Monoarfa, W., Djawad, I. (2007). Upaya peningkatan produktivitas tambak di tanah sulfat masam dengan mengurangi unsur toksik dari pematang. J. Ris. Akuakultur, 2 (2), 257- 269
  44. Pantjara, B., Mustafa, A., Mangampa, M. (2013). Petunjuk teknis remediasi tambak sulfat masam untuk budidaya udang. Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya, Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau, Maros. 31 hlm
  45. Permen-KP [Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan]. (2016). Pedoman umum pembesaran udang windu (Penaeus monodon) dan udang vaname (Litopenaeus vannamei). 43 hlm
  46. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun 2015 tentang eksploitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi tambak. 77 hal
  47. Pillay T. V. R, Kutty M. N. (2005). Aquaculture Principles And Practices Second Edition. Blackwell Publishing. 640 pp
  48. Pujilestari, S., Dwidayati, N., Sugiman. (2017). Pemilihan model regresi linier berganda terbaik pada kasus multikolinieritas berdasarkan metode principal component analysis (pca) dan metode stepwise. Journal of Mathematics, 6(1), 70-81
  49. Putra, N.S.S.U. (2008). Manajemen kualitas tanah dan air dalam kegiatan perikanan budidaya. Departemen kelautan dan perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Balai Budidaya Air Payau Takalar
  50. Ratnawati, E., Mustafa, A. (2011). Faktor dominan pengelolaan tambak yang mempengaruhi produktivitas tambak Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur. 475-486 hlm
  51. Rachmansyah, Mustafa, A., Paena, M. (2010). Karakteristik, kesesuaian, dan pengelolaan lahan tambak di Kota Pekalongan Provinsi Jawa Tengah. J. Ris. Akuakultur, 5(3), 505-521
  52. Sahrijanna, A., Septiningsih, E. (2017). Variasi waktu kualitas air pada tambak budidaya udang dengan Teknologi Integrated Multitrophic Aquaculture (IMTA) di Mamuju Sulawesi Barat. Jurnal Ilmu Alam dan Lingkunga, 8 (16), 52-57
  53. Saraswathy, R., Muralidhar, M., Sanjoy, D., Kumararaja, P., Suvana, S., Lalitha, N., Katneni, V. K., Nagavel, A., Vijayan, K. K. (2019). Changes in soil and water quality at sediment–water interface of Penaeus vannamei culture pond at varying salinities. Aquaculture Research, 1097-1106 hlm. doi: 10.1111/are.13984
  54. Sarjito. (2009). Application of bioaugmentation to solve ammonia in the sediment of the culture medium of tiger shrimp (Penaeus monodon F.) In different salinities. Journal of coastal Development, 13(1), 59 - 64
  55. Seixas, S., Eleftheriou, M., Bostock, J. (2012). Promoting Sustainable Aquaculture, Building the Capacity of Local Institutions and Online Teaching (elearning). Management of Environmental Quality an International Journal. doi: 10.1108/14777831211232245
  56. Suhaimi, R. A., Hasnawi., Ratnawati, E. (2013). Kesesuaian lahan untuk budidaya udang windu (Penaeus monodon) di tambak Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. J. Ris. Akuakultur, (8)3, 465-477
  57. Suliyanto. (2005). Analisis Data Dalam Aplikasi Pemasaran. Galia Indonesia. Bogor
  58. Suparjo. (2008). Daya dukung lingkungan perairan tambak Desa Mororejo Kabupaten Kendal. J. Saintek Perikanan, 4(1), 50-55
  59. Supono. (2014). Evaluasi kualitas sedimen beberapa tambak udang di Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung. Aquasains, 3(2), 248-252
  60. Supono. (2015). Manajemen lingkungan untuk akuakultur. Plantaxia. 124 hlm
  61. Susianingsih, E., Kurniawan, K., Atmomarsono, A. (2017). Performance of cultured white-leg shrimp in rica probiotic application method in ponds aerated with supercharge blower. Indonesian Aquaculture Journal, 12 (1), 29-36
  62. Suwoyo, H. S., Tahe, S., Suwardi., Fahrur, M. (2015). Karakterisasi limbah sedimen tambak udang vaname (Litopenaeus vannamei) super intensif dengan kepadatan berbeda. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur, 902- 913
  63. Suwoyo, H. S., Sahabuddin. (2017). Performa pertumbuhan calon induk udang windu Penaeus monodon transfeksi pada generasi yang berbeda. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 9(1), 185-199
  64. Tangguda, S., Fadjar, M., Sanoesi, E. (2018). Pengaruh teknologi budidaya yang berbeda terhadap kualitas air pada tambak udang intensif. Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia, 6(1), 12-27
  65. Tarunamulia., Hasnawi., Athirah, A. (2019). Estimasi kebutuhan kapur untuk tambak tanah sulfat masam (tsm)di Pulau Laut Kabupaten Kota Baru Provinsi Kalimantan Selatan. J. Riset Akuakultur, 14(2), 109-117
  66. Tompo, A., Susianingsih, E., Kurniawan, K. (2015). Aplikasi bakterin pada budidaya udang windu di tambak Dengan pola tradisional plus. Media Akuakultur, 10(2), 85-89
  67. Utojo. (2015). Keragaman plankton dan kondisi perairan tambak intensif dan tradisional di Probolinggo Jawa Timur. Biosfera, 32(2), 83-97
  68. Utojo., Mustafa, A., Tarunamulia. (2016). Kelimpahan plankton di tambak udang intensif dan tradisional Kabupaten Probolinggo Provinsi Jawa Timur. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur. hlm 193- 206
  69. Utojo., Ratnawati, E. (2013). Kajian kesesuaian lahan budidaya tambak di wilayah pesisir Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan dengan aplikasi sistem informasi geografis. J. Ris. Akuakultur, 8(3), 479-491
  70. Wahyuningsih, S., Gitarama, A. M. (2020). Amonia pada sistem budidaya ikan. Jurnal Ilmiah Indonesia, 5(2), 112-125
  71. Wiyoto., Sukenda., Harris, E., Nirmala, K., Djokosetiyanto, D. (2016). Water Quality and Sediment Profile in Shrimp Culture with Different Sediment Redox Potential and Stocking Densities Under Laboratory Condition. Ilmu kelautan, 21(2), 65-76
  72. Wurts, W. A., Masser, M. P. (2013). Liming ponds for aquaculture. Southern Regional Aquaculture Centerrelates (SRAC), SRAC Publication No. 4100
  73. Zhou, L. (2015). Investigationsof Ammonia Nitrogen in Aquaculture:theMethodology, Concentrations, Removal, and Pond Fertilization. Dissertation Graduate Faculty of Auburn University. 116 pp

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-02-27 17:36:45

No citation recorded.