Dampak Revolusi Hijau dan Modernisasi Teknologi Pertanian: Studi Kasus Pada Budi Daya Pertanian Bawang Merah di Kabupaten Brebes

Haryono Rinardi  -  Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Indonesia
*Noor Naelil Masruroh orcid scopus  -  Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Indonesia
Nazala Noor Maulany  -  Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia
Yety Rochwulaningsih  -  Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 31 Jan 2019; Revised: 8 Dec 2019; Accepted: 11 Dec 2019; Published: 12 Dec 2019; Available online: 11 Dec 2019.
Open Access Copyright (c) 2019 Jurnal Sejarah Citra Lekha
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Green Revolution is an effort to increase food production, especially in developing countries, by using agricultural modernization technology. This article identifies and evaluates some of the implementation impacts of technology modernization, in particular by taking a case study in the red onion cultivation in Brebes Regency. This study uses a historical method with a sociological approach that emphasizes the use of textual sources from newspapers and official reports, oral sources, and direct observation in the field. The results of this study found that through the Green Revolution, farmers were familiar with the use of artificial fertilizers, superior seeds, anti-pest pesticides, and so on. However, it led to high dependency on chemical fertilization, therefore production cost will be more inefficient. In the end, a large dependence of farmers also includes the fertilizer’s companies, namely large companies that produce artificial fertilizers, pesticides and so on. In extreme terms, there is a new form of neo-colonialism in the cultivation system in developing countries.

Keywords
Green Revolution; Technology Modernization; Red Onion Cultivation

Article Metrics:

  1. Abdullah, I. et al. (1995). Kesempatan Kerja dan Perdagangan di Pedesaan. Yogyakarta: Pusat Penelitian Kependudukan UGM.
  2. Arndt, H. W. (1994). Pembangunan Ekonomi Indonesia, Pandangan Seorang Tetangga. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  3. Bank Indonesia (2001). Sejarah Peranan Bank Indonesia Dalam Pengembangan Usaha Kecil. Jakarta: Biro Kredit Bank Indonesia.
  4. Bank Negara Indonesia Unit I, Laporan Tahun Pembukuan 1966/1967
  5. Booth, A. (1988). Agricultural Development in Indonesia. Sydney: Allen & Unwin.
  6. Burger, D. H. (1962). Sejarah Ekonomis Sosiologis Indonesia I. Jakarta: Pradnja Paramita.
  7. Collier, William L. Soentoro, Gunawan Wiradi, Effendi Pasandaran, Kabul Santoso, Joseph F. Stepanek (1982). “Acceleration of Rural Development in Java”. Bulletin of Indonesian Economic Studies Vol. 18 (3): 84-101. https://doi.org/10.1080/0007491 8212331334230
  8. Gottschalk, L. (1975). Mengerti Sejarah (terjemahan Nugroho Notosusanto). Jakarta: Universitas Indonesia Press.
  9. Hartono, S. (1996). Kredit Pertanian Dalam Program Intensifikasi Padi Yogyakarta: Makalah dalam Seminar Bulanan Pusat Penelitian Pembangunan Pedesaan dan Kawasan pada 1 Februari 1996.
  10. Humas BRI, (1995). Seratus Tahun Bank Rakyat Indonesia 1895-1995. Jakarta: Kantor Pusat Bank Rakyat Indonesia.
  11. Garraghan, G.J. (1957). A Giude to Historical Method. New York: Fordham University Press.
  12. Jones, G. W. (1984). “Links Between Urbanization and Sectoral Shifts in Employment in Java”. dalam Bulletin of Indonesian Economic Studies Vol. 20 (3): 120-157. https://doi.org/10.1080/00074918412331334722
  13. Kartodirdjo, S., Djoko Suryo (1991). Sejarah Perkebunan di Indonesia, Kajian Sosial Ekonomi. Yogyakarta: Aditya Media.
  14. Kompas, 28 Februari 1978.
  15. Notosusanto, N. (1978). Masalah Penelitian Sejarah Kontemporer. Jakarta: Inti Idayu, 1978.
  16. Pranoto, Suhartono W. (2014). Teori & Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Graha Ilmu.
  17. Rahardjo, M. D. (1984). Transformasi Pertanian, Industri dan Kesempatan Kerja. Jakarta: UI Press.
  18. Sajogyo, S. (1977). “Golongan Misikin dan Partisipasi Dalam Pembangunan Desa”. Prisma Tahun IV No.3.
  19. Sangging, Made Puri Adnyani (1990). Peranan Koperasi Unit Desa (KUD) Sebagai Penyalur Kredit BIMAS di Kabupaten Gianyar. Denpasar: Laporan Penelitian Tidak Diterbitkan.
  20. SK. Menteri Pertanian No. 546/Kpts/12/org/ 1969.
  21. Staub, W. J. (1977). ”Kredit Produksi di Kalangan Petani di Jawa”. Prisma, Vol. IV (7).
  22. Sujono, I. dan Achmad T. Birowo (1976). “Distribusi Pendapatan di Pedesaan Padi Sawah di Jawah Tengah”. Prisma, Vol. V (1).
  23. Syamsudin, A. B. dan Hasrida (2019). “Pemberdayaan Petani Bawang Merah terhadap Kesejahteraan Keluarga Kolai Kabupaten Enrekang”. Jurnal Mimbar Kesejahteraan Sosial, Vol. 2 (1): 1-12.
  24. Temple, G. P. (1976). “Mundurnya Involusi Pertanian: Migrasi, Kerja dan Pembagian Pendapatan di Pedesaan Jawa”. Prisma, Vol. 3 (5).
  25. Tjipropranoto, P. (1977). ”Beberapa Aspek Sosial Pembangunan Pertanian: Petani dan Pembangunan Pertanian.” Ekonomi Keuangan Indonesia, Vol. 15 (3).