BibTex Citation Data :
@article{JSCL29722, author = {Rabith Amaruli}, title = {Editorial}, journal = {Jurnal Sejarah Citra Lekha}, volume = {5}, number = {1}, year = {2020}, keywords = {}, abstract = { Sejak buku Kuntowijoyo, Penjelasan Sejarah diterbitkan pada 2008, dunia penulisan sejarah di Indonesia kembali dimeriahkan dengan diskursus mengenai hakikat ilmu sejarah dan bagaimana penjelasan sejarah dilakukan. Buku yang seolah menjadi karya trilogi tentang metodologi sejarah terakhir Kuntowijoyo, di samping Pengantar Ilmu Sejarah (1995, 2013, ed. baru) dan Metodologi Sejarah (1994, 2003, ed. kedua) itu, telah memperkuat kembali pendapat yang menyatakan bahwa hakikat sejarah adalah ilmu yang mandiri, yakni memiliki filsafat ilmu sendiri, permasalahan sendiri, dan penjelasan sendiri (Kuntowijoyo, 2008: 2). Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa sehubungan dengan jenis ilmu, ada tiga hal prinsip yang harus diperhatikan oleh para sejarawan, yakni penjelasan sejarah adalah tentang 1) menafsirkan ( hermeneutics ) dan mengerti ( verstehen ); 2) penjelasan tentang waktu yang memanjang; dan 3) penjelasan tentang peristiwa tunggal. Prinsip-prinsip tersebut telah memupuk kepercayaan diri banyak sejarawan untuk menyusun tulisan sejarah dalam ragam aspek dan perspektif. Hal ini pula tampaknya yang menjadi karakter artikel pada Jurnal Sejarah Citra Lekha Edisi Vol.5 No.1, 2020 kali ini dengan tema etnisitas, identitas, dan kebudayaan. }, issn = {2443-0110}, pages = {1--2} doi = {10.14710/jscl.v5i1.29722}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jscl/article/view/29722} }
Refworks Citation Data :
Sejak buku Kuntowijoyo, Penjelasan Sejarah diterbitkan pada 2008, dunia penulisan sejarah di Indonesia kembali dimeriahkan dengan diskursus mengenai hakikat ilmu sejarah dan bagaimana penjelasan sejarah dilakukan. Buku yang seolah menjadi karya trilogi tentang metodologi sejarah terakhir Kuntowijoyo, di samping Pengantar Ilmu Sejarah (1995, 2013, ed. baru) dan Metodologi Sejarah (1994, 2003, ed. kedua) itu, telah memperkuat kembali pendapat yang menyatakan bahwa hakikat sejarah adalah ilmu yang mandiri, yakni memiliki filsafat ilmu sendiri, permasalahan sendiri, dan penjelasan sendiri (Kuntowijoyo, 2008: 2). Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa sehubungan dengan jenis ilmu, ada tiga hal prinsip yang harus diperhatikan oleh para sejarawan, yakni penjelasan sejarah adalah tentang 1) menafsirkan (hermeneutics) dan mengerti (verstehen); 2) penjelasan tentang waktu yang memanjang; dan 3) penjelasan tentang peristiwa tunggal. Prinsip-prinsip tersebut telah memupuk kepercayaan diri banyak sejarawan untuk menyusun tulisan sejarah dalam ragam aspek dan perspektif. Hal ini pula tampaknya yang menjadi karakter artikel pada Jurnal Sejarah Citra Lekha Edisi Vol.5 No.1, 2020 kali ini dengan tema etnisitas, identitas, dan kebudayaan.
Article Metrics:
Last update:
Authors whose articles are published in Jurnal Sejarah Citra Lekha (JSCL) retain the copyright to their work and grant the journal the right of first publication. The work is simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. By submitting a manuscript to JSCL, the author(s) agree to this policy. No separate documentation is required.The author(s) guarantee that:
The work is subject to copyright held by the author(s), is free of third-party rights, and all necessary written permissions to quote from other sources have been obtained.The author(s) retain the following rights to the published work, including but not limited to:
If the article is co-authored, the submitting author confirms that all co-authors have agreed to the copyright and licensing terms and have been informed of this policy. JSCL is not responsible for any internal disputes between authors. All communication will be directed solely to the corresponding author.Authors should also be aware that once published, their articles, and any accompanying files, such as datasets or analytical/computational materials, will be publicly accessible. These materials will be governed by the same Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.JSCL allows users to copy, distribute, display, and perform the work under this license. Users must credit the author(s) and JSCL when distributing the work through journals or other publication media. Unless otherwise specified, the author(s) are considered public entities upon publication of the article.
Published by Department of History, Faculty of Humanities, Diponegoro UniversityJl. Prof. Soedarto, S.H. Tembalang, Semarang, Central Java 56025Phone: +6224-74680619; Fax: +6224-74680619Email: jscl@live.undip.ac.id View statistics