skip to main content

Isolasi Enzim L-Asparaginase dari Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan Uji Potensi terhadap Kultur Sel Leukemia Tipe K562

Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University, Indonesia

Published: 1 Aug 2010.
Open Access Copyright 2010 Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract
Enzim L-Asparaginase merupakan enzim yang menghidrolisis L-asparagin menjadi asam L-aspartat dan amonia. L-Asparaginase dapat digunakan untuk mengobati penyakit kanker, yang bekerja dengan cara menghambat sintesis protein sel kanker tanpa merusak sel normal. Salah satu tumbuhan sumber L-Asparaginase adalah temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.). Tujuan penelitian ini yaitu mengisolasi L-Asparaginase dari rimpang temulawak, menentukan nilai aktivitas spesifik enzim L-Asparaginase hasil isolasi, dan mengetahui potensi antikanker enzim L-Asparaginase hasil isolasi terhadap sel leukemia tipe K562. Isolasi dan uji potensi enzim L-Asparaginase dari rimpang temulawak dilakukan beberapa tahap. Tahap pertama yaitu isolasi dan pemurnian parsial enzim L-Asparaginase dari rimpang temulawak. Tahap kedua yaitu uji aktivitas spesifik enzim L-Asparaginase pada kondisi optimum (suhu 37°C, pH 8,6, dan waktu inkubasi 30 menit). Pada enzim dengan aktivitas spesifik tertinggi dilakukan uji antikanker terhadap sel leukemia tipe K562 dengan metode viabilitas sel dengan penambahan MTT dan pengukuran menggunakan ELISA Reader. Enzim L-Asparaginase dari rimpang temulawak mempunyai aktivitas spesifik sebesar 77,18 unit/mg protein pada fraksi 4 (fraksi dengan tingkat kejenuhan 60-80%). Namun fraksi 4 tersebut kurang potensial untuk aktivitas antikanker sel leukemia tipe K562 karena diperoleh LC50 sebesar 534,89 µg/mL, sedangkan standart suatu senyawa bioaktif sebagai antikanker adalah LC50≤ 20 µg/mL.
Fulltext View|Download
Keywords: L-Asparaginase; antikanker; temulawak; MTT; ELISA Reader

Article Metrics:

  1. Sulistia G. Ganiswara, Farmakologi dan Terapi, 4 ed., Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, 1995
  2. Maksum Radji, Atiek Sumiati, Nuning Indani, Uji Mutagenisitas dan Anti Kanker Ekstrak Aseton dan n-Heksana dari Kulit Batang Sesoot (Garcinia picrorrhiza Miq.), Majalah Ilmu Kefarmasian, 1, 2, (2004) 69-78
  3. Wesley A. Volk, Margaret F. Wheeler, Mikrobiologi Dasar, Markham, Erlangga, Jakarta, 1993
  4. Abraham White, Philip Handler, Emil L. Smith, Principles of Biochemistry, 6 ed., Mcgraw-Hill, 1978
  5. Albert L Lehninger, Dasar-Dasar Biokimia, M. Thenawidjaja, Erlangga, Jakarta, 1990
  6. P. Konečná, B. Klejdus, H. Hrstková, Monitoring The Asparaginase Activity and Asparagine Levels in Children with Acute Lymphoblastic Leukaemia Treated with Different Asparaginase Preparations, Scripta Medica (BRNO), 77, 2, (2004) 55-62
  7. Didik Adika Haninda, Isolasi dan Karakterisasi Enzim L-Asparaginase dari Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Dalam Sediaan Utuh dan Serbuk, Skripsi, ^Jurusan Kimia, Universitas Diponegoro, Semarang
  8. B. N. Meyer, N. R. Ferrigni, J. E. Putnam, L. B. Jacobsen, D. E. Nichols, J. L. McLaughlin, Brine Shrimp: A Convenient General Bioassay for Active Plant Constituents, Planta Med, 45, 05, (1982) 31-34 http://dx.doi.org/10.1055/s-2007-971236
  9. Felix Franks, Characterization of Proteins, Humana Press, 1988
  10. R. Ian Freshney, Culture of Animal Cells: A Manual of Basic Technique and Specialized Aplication, Lissing, New York, 1986
  11. M. Suffness, J. M. Pezzuto, Assay Related to Cancer Drug Discovery, in: K. Hostettman (Ed.) Methods in Plant Biochemistry: Assay for Bioactivity, Academic Press, London, 2009, pp. 71-133

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.