Penggunaan Bunga Rosela (Hibiscus Sabdariffa) sebagai Zat Warna pada Dye Sensitized Solar Cell

Retno Adi Mawarti -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang, Indonesia
Abdul Haris -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang, Indonesia
*Gunawan Gunawan -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang, Indonesia
Published: 1 Dec 2010.
Open Access Copyright 2010 Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 107 93
Abstract
Telah dilakukan penelitian tentang performansi Dye Sensitized Solar Cell pada kaca LCD dengan sensitizer dari bunga rosela (Hibiscus sabdariffa). Konstruksi sel surya yang digunakan adalah sistem sandwich. Elektroda lawan-grafit diletakkan di atas lapisan TiO2–pewarna bunga rosela dengan elektrolit terletak di antara kedua elektroda tersebut. Karakterisasi sel surya dilakukan dengan analisis serapan elektronik pada bunga pacar air merah, Scanning Electron Microscopy (SEM), difraksi sinar X, serapan inframerah, dan pengukuran potensial sel surya. Panjang gelombang maksimum pada bunga rosela sebesar 515 nm. Morfologi permukaan lapis tipis TiO2 pada perbesaran 20.000x dan 40.000x menunjukkan permukaan TiO2 yang beronggga-rongga dengan ukuran yang berkisar antara 0,1 - 13 nm. Tampang lintang lapis tipis TiO2 menunjukkan lapis-lapis homogen dengan ketebalan 3 nm. Pada difraktrogram lapis tipis TiOmenunjukkan intensitas pola difraksi cukup tinggi dengan puncak utama pada 2θ yaitu 25,41°; 37,91°; 48,16°; 55,19° dan 62,83° dengan jarak antar bidang (d) sebesar 3,503 Å; 2,371 Å; 1,888 Å; 1,663 Å dan 1,478 Å sebagai kristal anatase dengan ukuran kristal sebesar 17,366 nm. Penelitian sistem sel surya dengan rosela sebagai zat warna dengan variasi waktu perendaman yaitu 24 jam dan 1 jam masing-masing menghasilkan harga efisiensi sebesar 0,00065% dengan arus 0,035.10-3 A, tegangan 0,509 V serta 0,00022% dengan arus 0,028.10-3 A dan tegangan 0,293 V.
Keywords
Dye Sensitized Solar Cell; TiO2; antosianin; Bunga Rosela

Article Metrics:

  1. S. K. Deb, R. Ellingson, S. Ferrere, A. J. Frank, B. A. Gregg, A. J. Nozik, N. Park, G. Schlichthörl, A. Zaban, Photochemical solar cells based on dye-sensitization of nanocrystalline TiO2, AIP Conference Proceedings, 462, 1, (1999) 473-482 https://doi.org/10.1063/1.57993
  2. Michael Grätzel, All surface and no bulk, Nature, 349, (1991) 740 http://dx.doi.org/10.1038/349740a0
  3. Wilman Septina, Dimas Fajarisandi, Dimas Aditia, Pembuatan Prototipe Solar Cell Murah dengan Bahan Organik-Inorganik (Dye-sensitized Solar Cell), in: Laporan Akhir Penelitian Bidang Energi Penghargaan P.T. Rekayasa Industri, Institut Teknologi Bandung, Bandung, 2007.
  4. Khwanchit Wongcharee, Vissanu Meeyoo, Sumaeth Chavadej, Dye-sensitized solar cell using natural dyes extracted from rosella and blue pea flowers, Solar Energy Materials and Solar Cells, 91, 7, (2007) 566-571 https://doi.org/10.1016/j.solmat.2006.11.005
  5. Vilasinee Hirunpanich, Anocha Utaipat, Noppawan Phumala Morales, Nuntavan Bunyapraphatsara, Hitoshi Sato, Angkana Herunsale, Chuthamanee Suthisisang, Hypocholesterolemic and antioxidant effects of aqueous extracts from the dried calyx of Hibiscus sabdariffa L. in hypercholesterolemic rats, Journal of Ethnopharmacology, 103, 2, (2006) 252-260 https://doi.org/10.1016/j.jep.2005.08.033
  6. Andreas Kay, Michael Grätzel, Low cost photovoltaic modules based on dye sensitized nanocrystalline titanium dioxide and carbon powder, Solar Energy Materials and Solar Cells, 44, 1, (1996) 99-117 https://doi.org/10.1016/0927-0248(96)00063-3
  7. Akhiruddin Maddu, Kiagus Dahlan, Irmansyah, Pengembangan Sel Surya Fotoelektrokimia, in, Institut Pertanian Bogor, Bogor, 2003.