skip to main content

DESENTRALISASI FISKAL DAN OTONOMI DAERAH Di INDONESIA

*Adissya Mega Christia  -  Program Studi Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Indonesia
Budi Ispriyarso scopus  -  Program Studi Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright 2019 LAW REFORM under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract
Desentralisasi fiskal tidak dapat dilepaskan dari pelaksanaan otonomi daerah untuk mengatur keuangan daerah sesuai potensi masing-masing. Penelitian ini menganalisis permasalahan peraturan perundang-undangan yang mengatur pelaksanaan desentralisasi fiskal dalam otonomi daerah dan pelaksanaan desentralisasi fiskal dalam otonomi daerah di Indonesia. Pendekatan penelitian ini yuridis normatif dengan analisis kualitatif. Kesimpulan penelitian ini bahwa peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai desentralisasi fiskal dan otonomi daerah di Indonesia mengalami perkembangan mulai dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1975 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah hingga Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah namun sampai saat ini belum ada peraturan perundang-undangan yang secara lex specialis mengatur mengenai desentralisasi fiskal. Desentralisasi fiskal berperan penting dalam pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia sebagai sarana mempercepat terciptanya kesejahteraan masyarakat secara mandiri sesuai dengan potensi daerah meskipun masih terdapat banyak kendala.
Fulltext View|Download
Keywords: Desentralisasi; Fiskal; Otonomi Daerah; Indonesia.

Article Metrics:

  1. Badrudin, R. (2017). Ekonomika Otonomi Daerah. Yogyakarta: UPP STIM YKPN
  2. Sun’an, Muammil., & Senuk, Abdurrahman. (2015). Ekonomi Pembangunan Daerah. Jakarta : Mitra Wacana Media
  3. Putra, W. (2018). Perekonomian Indonesia. Depok: Rajawali Pers
  4. Putra, W. (ed). (2018). Tata Kelola Ekonomi Keuangan Daerah. Depok: Rajawali Pers
  5. Tjandra, W. (2014). Hukum Keuangan Negara. Jakarta: Grasindo
  6. Hadi, Sofyan., & Saragih, Tomy M. (2013). Ontologi Desentralisasi Fiskal Dalam Negara Kesatuan. Perspektif, Vol. 18, (No. 3), pp.169-179
  7. Herwastoeti. (2010). Konsep Desentralisasi Fiskal Terhadap Otonomi Daerah. Humanity, Vol. 100, (No. 2), pp.100-108
  8. Kharisma, B. (2013). Desentralisasi Fiskal Dan Pertumbuhan Ekonomi : Sebelum Dan Sesudah Era Desentralisasi Fiskal Di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan, Vol. 14, (No. 2), pp.101-119
  9. Kurniawan, D. (2012). Otonomi Daerah Dan Desentralisasi Fiskal Di Indonesia. E-Jurnal Unisfat, Vol. 7, (No. 2), pp.129-144
  10. Magriasti, L. (2011). Arti Penting Partisipasi Masyarakat dalam Kebijakan Publik Di Daerah: Analisis dengan Teori Sistem David Easton. Jurnal Proceding Simsposium Nasional Otonomi Daerah. LAB-ANE FISIF Untirta, Vol. 1, (No. 1), pp. 252-258
  11. Makhfudz, M. (2013). Kontroversi Pelaksanaan Otonomi Daerah. Jurnal Hukum, Vol. 3, (No 2), pp.380-407
  12. Nurhemi., & Suryani, Guruh. (2015). Dampak Otonomi Keuangan Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Vol. 18, ( No. 2), pp.183-206
  13. Rasul, S. (2009). Penerapan Good Governance di Indonesia Dalam Upaya Pencegahan Tindak Pidana Korupsi. Mimbar Hukum, Vol. 1, (No. 3), pp.538-553
  14. Sambanis, Nicholas., & Milanovic, Branko. (2014). Explaining Regional Autonomy Differences in Decentralized Countries. Comparative Political Studies, Vol. 47, (No. 13), pp.1830-1855
  15. Saputra, Bambang., & Mahmudi. (2012). Pengaruh Desentralisasi Fiskal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dan Kesejahteraan Masyarakat. JAAI, Vol. 9, (No. 1), pp.96-111
  16. Setiaji, Wirawan., & Adi, Priyo, Hari. (2007). Peta Kemampuan Keuangan Daerah Sesudah Otonomi Daerah : Apakah Mengalami Pergeseran ? Seminar Nasional Akuntansi X, Vol. 1, (No. 1), pp.1-29
  17. Setiawan, Bakti., & Hadi, Sudharto P. (2007). Regional Autonomy And Local Resource Management In Indonesia. Asia Pacific Viewpoint, Vol. 48, (No. 1), pp.72-84
  18. Seymour, Richard., & Turner, Sarah. (2002). Otonomi Daerah: Indonesia’s Decentralisation Experiment. New Zealand Journal of Asian Studies, Vol. 4, (No. 2), pp.33-51
  19. Sumardi. (2015). Determinan Efektifitas pengaruh Kebijakan Desentralisasi Fiskal Terhadap Kemampuan Keuangan Daerah serta Dampaknya Pada Ekonomi Pertumbuhan Daerah (Studi Kasus: Kabupaten/Kota di Jawa Tengah). Journal of Rural and Development, Vol. V,(No. 2), pp.147-165
  20. Siregar B, Pratiwi N (2017. The Effect of Local Government Charasteristics and Financial Independence on Economic Growt and Human Development Index In Indonesia. Jurnal Manajemen Dan Kewiraushaan, Vol. 19, (No.2), pp.65–71
  21. Psycharis, Y. Yoi, M, (2015) Decentralization and local government fiscal autonomy: evidence from the Greek municipalities. Environment and Planning C: Government and Policy, Vol. 34, (No.2), pp.262-280
  22. Pradiptyo, R. Suprayitno, B. (2017) Fiscal decentralization and corruption: The facts in regional autonomy in Indonesia. Journal Advanced Research of Law and Economic, Vol. 8, (No.5), pp.1458-1468
  23. Haryanto, Joko T. (2015). Desentralisasi Fiskal Seutuhnya. Retrieved from https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel-dan-opini/desentralisasi-fiskal-seutuhnya/, diakses 22 Januari 2019
  24. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2018). APBN Kita Kinerja dan Fakta. Retrieved from https://www.kemenkeu.go.id/media/7159/apbn-kita-edisi-februari-2018.pdf, diakses 27 Januari 2019

Last update: 2021-06-12 11:53:08

  1. Implementasi Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Retribusi Jasa Umum Dalam Pengelolaan Retribusi Pasar Di Pasar Raya Padang

    Fresha Atmuria. Jurnal Ilmu Administrasi Negara ASIAN (Asosiasi Ilmuwan Administrasi Negara), 8 (2), 2020. doi: 10.47828/jianaasian.v8i2.15
  2. Implementasi Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Retribusi Jasa Umum Dalam Pengelolaan Retribusi Pasar Di Pasar Raya Padang

    Fresha Atmuria. Jurnal Ilmu Administrasi Negara ASIAN (Asosiasi Ilmuwan Administrasi Negara), 8 (2), 2020. doi: 10.47828/jianaasian.v8i2.15
  3. Comparing Health Care Financing in Indonesia and Thailand from 1995-2010: What Lessons Could Be Learned?

    Darius Erlangga, Lizheng Shi. Journal of Health Economics and Outcomes Research, 1 (3), 2013. doi: 10.36469/9869

Last update: 2021-06-12 11:53:08

No citation recorded.